Skip to main content

Posts

Puzzle 48 (One Screen) Sering sih kerjasama bareng ustadz kesayangan ini dalam berbagai event. Tapi biasanya saya manggung dan beliau di belakang jadi supporter atau sebaliknya. Misalnya saya ngisi kajian dengan materi yang amat baru buat saya, beliau bantu tentir materi sebelum hari H. Beliau mengisi, saya bantu buat file presentasi. Kadang cukup supporter sederhana aja: mengamankan studio atau ruang kerja/belajar dari iklan pasukan. Hehehe   Sesekali saja kita tampil berdua dan itu terjadi cukup langka. Belum tentu setahun sekali. Baru di AHA nya Aqyla kita betul-betul manggung berdua. Dan itupun kebanyakan online dari tempat yang berbeda. Eh sekalinya barengan dalam satu ruangan moderator menutup acara sambil bilang "Assalamu alaikum wrwb."  Ada suara latar yang bilang Waalaikumussalam wrwb ya habibaty… Dan moderatornya jadi senyum-senyum sambil tersipu-sipu deh (sambil berharap itu suara latar ga kedengaran keluar, apalagi terekam) 🙈😍 MashaAllah Barakallahu fiina wa fii...
Puzzle ke Sekian (Tahun ke 16)  Untuk semua cinta dan kasih sayang  Untuk semua lipatan baju dan masakan.  Untuk semua maaf dan pengertian  Untuk semua gosokan pada dapur, kamar mandi, dan halaman.   Untuk semua nasihat dan pelajaran  Untuk sepasang telinga yang setia mendengarkan.  Untuk semua bimbingan dan teguran  Untuk semua perbaikan peralatan ataupun pijatan  Untuk semua kesabaran dan keteladanan  Untuk semua makanan yang selalu dihabiskan.   Untuk semua pengorbanan  Untuk semua jemputan pada panas dan hujan.  Untuk semuanya  Yang dulu dan yang akan datang  Semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak. Aamiin  Semoga Ia menjadikan cinta kita selalu lurus karenaNya,  Semoga Allah SWT menjadikan keluarga kita keluarga yang mencintai kebaikan, saling menolong dalam kebaikan, dalam dakwah, dan dalam taqwa, menjadikan kita dan anak keturunan kita penyejuk mata dan pemimpin...

Puzzle 46 (Terkurung di rumah)

Puzzle 46 (Terkurung di rumah) Puzzle terakhir ditulis 28 Desember 2009. Seperti apa kepingan yang ada 10 tahun kemudian? Dengan covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. perempuan itu bekerja dari rumah. Sewaktu-waktu lelaki itu juga di rumah. Serasa liburan tapi banyak kerjaan. Mereka berbagi tugas. Siapa yang belanja siapa yang masak. Siapa yang beres-beres siapa yang menemani anak belajar. Ada banyak istri stress karena suaminya di rumah. Repot katanya. Tapi perempuan itu bahagia. Ada hari-hari dimana ia bisa puas memandang suaminya sepanjang hari. Alhamdulillah. Pekerjaan lebih ringan, hati juga lebih lapang. Ada banyak target yang bisa dikejar, alhamdulillah

Apa Kabar 2020?

Apa Kabar 2020? Dunia saat ini sedang berhenti sejenak. Mengambil jeda dari segala hiruk pikuk kesibukannya. Se-se makhluk yang berjenis virus korona baru telah mengguncang dunia menyebarkan sebuah penyakit bernama covid-19. Ia telah menjadi cara banyak sekali manusia kembali pada asalnya. Ribuan orang... Untuk menghindarinya manusia harus mengambil jarak dengan sesamanya. Di Jepang, tempat saya tinggal sejak blog ini ditulis, sejak bulan April 2020 ini seluruh wilayah dinyatakan dalam kondisi darurat. Sejak sebelumnya sekolah diliburkan, kerja dianjurkan di rumah, toko-toko ditututup dan banyak kegiatan dibatalkan. Rumah sakit penuh dengan pasien-pasien. Shalat Jumat ditiadakan, acara-acara perkumpulan dan pengajian diganti menjadi online. Banyak orang kehilangan pekerjaan. Sebagian kelaparan. Namun ujian adalah jalan untuk membuktikan iman. Dan dibalik segala yang tampak buruk, selalu ada kebaikan yang mewarnai. Dibalik segala kesulitan bersamanya ada kemudahan. Saat semua haru...
Ramadan 1440H H-1 Bunda masih meneruskan perjuangan di golden week dalam hal beberes barang. Menata ulang penempatan buku, perlengkapan, baju, memberi label-label di laci, penyimpanan barang dll. Alhamdulillah semua libur jadi bisa bagi-bagi tugas. Bada asar semua disuruh mandi. “Kenapa Bunda?” “Ramadhan datang... InshaAllah. Ramadhan itu kayak tamu. Rumah bersih, kalian juga bersih dan harum.” H1 Tahun ini target pasukan selain puasa full adalah tarawih dan lebih menjaga akhlaq. Sementara kakak A1 mulai tilawah harian meskipun belum sampai target khatam. Karena kepala suku punya jadwal mengimani tarawih di masjid tiap Ahad dan Kamis, maka bunda yang jadi imam di rumah. Bunda request 2 rakaat aja tuk pasukan. Dipilih surat dari juz 30. Alhamdulillah semua semangat. Setelah itu mereka tidur. Bunda baru bangun menjelang baba pulang untuk melanjutkan shalat. Jelang jam 12 baru tidur sambil deg2an sahur. Alhamdulillah kecuali A5, peserta puasa bisa terbangun sahur. Tahun ini ad...

Berhenti Sejenak

Pagi itu kami berempat (saya dan A3-A5) menuju stasiun. Baby Anas (A5) setia duduk di strolernya. Dinginnya menggigil tapi matahari menyapa dengan hangat. Tujuan kami adalah Kabe, rumah mba Nita tuk bersilaturahim dengan sahabat Azzahra. Di tengah jalan, di area favorit anak-anak untuk berhenti, Azmi (A3) tiba-tiba bertanya, "Bunda, itu tulisannya apa?" Ia menunjuk setengah bola yang biasanya mereka duduk bermain di atasnya.  Setiap melewati area ini memang mereka hampir selalu berhenti untuk bermain. Tapi pagi ini (seperti biasa) kami sedang mengejar waktu. Jadi saya menjawab sekenanya, "Engga tahu. Ayo kereta menunggu!" "Karena jauh ga keliatan? Ayo kesana!" Ah...  "Seperti ini tulisannya. Apa bacanya bunda? Tapi ini kanji bunda ga ngerti ya?" Akhirnya saya (seperti biasa, harus) mengalah. Berjongkok mengamati tulisan. Ternyata.... Tulisannya adalah "Saturn" lengkap dengan kanji di bawahnya dan angka2.... Saya lalu melihat ke sekelili...

Pameran Prakarya SD di Nerima Tokyo.

Beberapa hari di bulan Januari ini ada pameran istimewa di Nerima Art Museum, Tokyo. Beberapa karya anak-anak terpilih dari tiap sekolah di ward Nerima dipamerkan disini. Karya-karya itu ada yang berupa gambar, lukisan, maket, patung, dll. Untuk mengunjungi pameran tiket digratiskan. Waktu kunjungan museum yang biasanya sampai jam 4 sore diperpanjang menjadi jam 6 sore agar lebih banyak orang bisa berkunjung. Alhamdulillah karya Azka/A2 terpilih juga tuk dipamerkan disini. Gambar dengan media krayon yang berjudul Piknik ke Gunung. Karyanya (1 dari 3 karya anak kelompok 4 SD A2) dipajang beserta karya anak-anak lain dari kelas khusus sekolah-sekolah lain. Alhamdulillah... Semoga semakin cemerlang karya-karyanya dan semakin pandai bersyukur...

Karya (Tulisan) Annabila by Jan 2016

Mengayuh Biduk

Semoga bahagia selalu dan selamat sampai tujuan Kawaguchiko, tahun 2012 kayaknya. Salah satu acara Tarbiyah Camp masjid Otsuka.

Bersama

Jalan bersama dengan saudaramu itu artinya sesekali kau akan melambatkan langkah  agar saudaramu tak ketinggalan Lain waktu kau harus bergegas  agar tak menjadi beban Ada saatnya kau ulurkan tangan tuk membantunya berjalan Atau justru kau yang harus mengangkat tangan minta bantuan. Tetaplah bersama, sayang... Berjalanlah bersama saudara-saudaramu menujuNya Berjalanlah di jalan yang lurus dengan bimbingan Rabbmu

Pura-pura

A5 (17 bulan) mulai pandai pura-pura. Kadang-kadang ia pura-pura ngambek (melengos/pergi) saat mau dikasi pakaian atau popok. Bundanya juga iseng pura-pura sedih sambil menunduk. Tak lama akan menyodorkan tangan atau kakinya untuk dimasukkan pakaian atau popok. Kali lain ia juga pura-pura tidur. Memejamkan mata, lalu membukanya sambil tertawa... Aah gemes... Semoga jadi anak yang shalih dan bermaanfaat...

Antara Banyak dan Sedikit

Pulang dari pengajian atau liqaat tarbawi biasanya bunda membawa sedikit ghanimah (oleh-oleh makanan). Oleh-oleh itu-terutama snack-adalah hal yang sering dinanti pasukan karena biasanya homemade dan enak. Pasukan dipanggil dan kami makan sama-sama. Tentu saja makanan yang ada dengan 7 anggota menjadikan setiap anggota keluarga mendapat bagian yang sedikit. Tiba-tiba saja kakak Annabila berbicara dan ditimpali bunda. A1: Kalau cuman sedikit orangnya, misalnya keluarga cuman 3 saja tiap orang bisa makan banyak ya... Enak... B2: Iya kalau orang sedikit masing-masing dapat banyak.Tapi kak... Ada yang namanya berkah. A1: Apa itu? Bunda bingung juga menjelaskannya bagaimana... B2: Dapat cuman sedikit tapi enak/nikmatnya banyak. Seperti minum air saat haus sekali. Rasanya pasti enak luar biasa. Beda dengan minum saat kenyang karena sebelumnya udah minum macam-macam. Makan sesuatu sedikit tapi bersama-sama rasanya bisa lebih enak daripada makan banyak sendiri. Karena ada berkah disana... Kaka...

Musim Semi T'lah Tiba

Berjalan menyusuri gang menuju stasiun membuat saya menemukan daun-daun yang menyembul diantara semak kering. Kuncup-kuncup sakura diantara ranting dan dahan yang gundul di musim yang lalu. Sebagian bunga yang lain sudah mulai bermekaran. Musim semi itu seperti musim dimana roda kehidupan kembali berjalan setelah matinya. Empat musim dalam setahun yang penuh warna. Ada musim dimana pohon tampak "mematikan" diri dan kemudian hidup lagi. Begitulah gambaran tentang "mudahnya" mencipakan, lalu mematikan, dan kelak menghidupkan kembali bagi Penguasa semesta. Menciptakan kita semua dari tak ada lalu menjadi ada. Mematikan sesuai jatah masing-masing. Lalu mengumpulkan tulang belulang dan menghidupkan lagi untuk kehidupan yang abadi... Rabbana aatina fiddunya hasanah Wafil-aakhirati hasanah Waqina 'adzaabannaar... Aamiin

Karya Azka di Kelas 1 (#2)

Karya Annabila Kelas 3

Tulip

Target Azka Semester 2

Target anak-anak biasanya ditulis dan dipajang di kelas. Inilah target Azka semester 2 di kelas 1.

Karya Azka di Kelas 1

Beberapa karya selama setahun ini dibawa pulang. Sebagian diantaranya: Boku No Tsukue (Meja saya ) Fune shupatsu (Keberangkatan Kapal) Kepala Jerapah (?) Lompat tali (?)

Ilustrasi Al Quran dalam menunjukkan cinta pada anak

Surat Yusuf menggarisbawahi cinta antara bapak dan anak lelakinya saat Nabi Yaqub as menunjukkan cintanya dengan menjadi pendengar yang penuh perhatian. Sementara di surat Al Qasas, ibunda Nabi Musa as menunjukkan kasih sayang dengan menggendong dan memberi susu bayinya. Dari sinilah kita melihat potret yang lengkap bagaimana menunjukkan cinta dan kasih sayang pada anak-anak. Di satu sisi kita membuat mereka nyaman untuk berbicara apa saja-bahkan sebuah mimpi. Di sisi lain kita harus menunjukkan kasih sayang itu dalam bentuk sentuhan fisik (menggendong mereka, memeluk mereka). -Nouman Ali Khan-

Mobil Pemadam Kebakaran Impian

空とぶうちゅうのしょうぼうしゃ Terbang Ke Langit, Mobil Pemadam Kebakaran Ruang Angkasa アマトウラハマン アナビラ Amaturrahman Annabila (8, Kelas 3 SD) Awal tahun ajaran yang lalu ada lomba menggambar tahunan di sekolah-sekolah. Beberapa karya terpilih dari sekolah dipajang di pameran kota (ward) Nerima-Tokyo. Dan sepertinya ada seleksi lanjutan di  tingkat daerah Tokyo. Anak-anak kelas 1 dan 2 menggambar dengan media pensil warna sementara kelas 3 ke atas menggunakan cat air. Temanya adalah mobil pemadam kebakaran. Pagi hari sebuah mobil pemadam kebakaran datang ke sekolah sehingga anak-anak bisa mengamati dan menggambarnya. Beberapa waktu kemudian kami mendapat kabar bahwa karya si sulung A1 (Annabila) terpilih mewakili sekolah dan dipamerkan bersama karya-karya terpilih lain. Alhamdulillah...  Sayang sekali waktu pameran bertepatan dengan acara keluar kota waktu itu yang terikat dengan jadwal. Saya sedih juga tidak bisa kesana melihat karya si shalihat yang waktu itu berusia 8 tahun ini. Tapi alhamdu...

Tukang Cukur (Karir Ibu)

Sepuluh tahun lebih menjadi istri dan sembilan tahun menjadi ibu membuat keahlian bertambah lagi. Setelah perlahan tapi pasti ada perubahan di dunia dapur, bunda yang satu ini pun merambah dunia baru: rambut (bukan rambutan :P). Profesi baru adalah tukang cukur alias personal hairstylist. Pasukan lima dengan hanya satu putri shalihat berarti frekuensi acara potong rambut anak/anak akan sangat sering. Potong di luar ga tega harganya. Jadi opsinya hanya di rumah. Awalnya (beberapa tahun yll) cukur gundul OK. Tapi kini mereka makin besar dan makin punya gaya sendiri. Alhamdulillah. Suami sebetulnya yang lebih pandai potong rambut. Mudik tahun lalu Azka pergi ke tukang cukur untuk jadi bahan  belajar. Adik-adiknya lalu jadi bahan eksperimen suami dan sukses. Tapi mereka kurang suka dipotong baba mereka. Sukanya bunda aja. Ehem... Padahal duh... Ga jelas potongannya kalau bunda. Untung saja anak-anak tumbuh rambutnya cepat ^^ Alhamdulillah bunda  jadi belajar. Meski masih...