Skip to main content

Posts

Almost 9 years...

I created this blog on Feb 2004. So it almost 9 years now. I started it as an Indonesian student who study abroad, pursuing my Master in Tokyo, Japan. I thought everyday and wrote everything here, almost everyday. Then things has changed a lot. Now, I am woman who are happy with my husband and four children. We choose to live a bit longer here. My girl is in her 1 grade elementary school, while my second son is a kindergarten-er. Two other sons are enjoying their time with me. Play at home or go to several places following their mother teaching.

Kabar Januari 2012

Entah ada angin apa yang membuat saya kembali mengunjungi blog ini bahkan terpikir untuk menulis lagi disini. Mungkin karena postingan-postingan masa lalu banyak mengingatkan apa yang pernah terjadi, terasa, dan terpikirkan. Tahun demi tahun sudah berlalu dan disinilah saya berdiri. Mendampingi dan didampingi oleh suami dan empat anak terkasih. Bubu, si sulung Nabila, sudah hampir menyelesaikan TKnya. Dia bersekolah di Nishi Sugamo Yochien dan International Islamia School Otsuka-Kindergarten. Mulai April ini insyaAllah masuk SD dekat rumah, Nishi Sugamo Shogakko. Azka, the number two, baru bersiap masuk TK. InshaAllah, April ini juga menggantikan kakaknya di TK yang sama. Dia lolos undian sehingga bisa masuk TK negeri ini. Azmi baru saja menjadi dua tahun. Lincah dan cerewet. Pandai bernyanyi. Suka banyak lagu. Salah dua yang dihapalnya adalah lagu one two three dan cicak-cicak di dinding. Aufa the baby, baru lima bulan. Semangat sit up. Bayi penyabar yang murah senyum. Bunda masih men...

Pulang

Dua bulan saya pulang ke Indonesia. Rizki yang tak terduga meski mimpi sudah ada dalam kepala ini, apalagi sejak tahun lalu, saat adik yang tinggal di Nagoya menghabiskan Ramadhan dan lebarannya di tanah air. Mamah juga sebetulnya sudah datang untuk menemani anak-anak selama saya dan suami berangkat haji tahun lalu. Tapi kalau belum pulang rasanya... Alhamdulillah ada rizki bisa pulang. Adik bungsu di Makassar menikah. Dan ternyata ada uang buat ongkos juga. Alhamdulillah... Apa yang paling enak saat pulang? Tentu saja kembali ke masa lalu, bermanja kepada orang tua. Wisata kuliner yang paling lezat adalah merasakan lagi masakan ibu terkasih, dengan snack olahan ayah tersayang. Hehe... *** Saya sendiri bertekad untuk bisa pulang sering, minimal dua tahun sekali. Membuat kenangan dengan orang-orang yang kita tak tahu kapan bisa berjumpa lagi. Tetangga, guru ngaji waktu kecil yang juga imam sholat masjid samping rumah, uwa dan kakak sepupu dari pihak ayah, paman dari pihak ibu, adiknya...

Ngga Bismillah (2)

Senin esok harinya kalender menunjukkan tanggal merah. Kali ini kami pergi full team: Bunda dengan tiga anaknya. Baba sendiri mengambil lembur tuk diganti dengan cuti di hari lain. Sepanjang jalan Bubu semangat 45 membaca bismillah di banyak waktu. Seringnya malah lebih dulu dari bunda. Waktu pulang bahkan dengan suara keras yang juga membuat teman-teman kecilnya yang berusia 3-2 tahunan ikut-ikutan. Selesai acara, seorang sahabat yang baik hati dan tidak sombong (clue: nama rumahnya A Dream Musashi Koganei) menyodorkan bungkusan. Hadiah. Di rumah saat dibuka ternyata isinya 2 kaos lelaki dan satu rok pink yang cantik. "Prezento itu baju yang kawai ya ..." Terngiang-ngiang lagi ucapan bubu. Subhanallah...JanjiNya benar. Kontan. Mudah-mudahan iman di hati gadis kecil ini semakin subur dengan kejutan-kejutan indah dariNya. Dan yang dititipkan (sahabat pemberi hadiah) mendapatkan balasan yang lebih baik dan lebih banyak.

Koin kring kring

Kutipan dari e-mail sendiri di milis Fahima ----- Di rumah, si gadis sulung sholihat Nabila mulai 4th juga mulai dikenalkan uang hemm...tepatnya menabung. Ini juga terinspirasi dari sahabat karib Nabila, Aisyah dan Tetehnya Alifa (putri teh Shinta, tetangga kami) yang menduga Nabila banyak menabung karena mainannya banyak. Padahal sebagian besar sih mainan warisan atau hadiah, hehe... Sederhana saja sih motif awal menabungnya, karena dia mengidam-idamkan sepeda, sepatu roda dan otopet.Karena harganya yang lumayan, Nabila jadi diajak nabung. Saya belikan dia celengan dan dia setiap hari diberi uang tuk ditabung. Tentu saja supaya lebih berkesan kuat, saya juga mencontohkan dengan cara menabung di celengan juga. Hanya saja uang koin bundanya yang besar (500 yen) sedang dia yang kecil. Alhamdulillah dia senang dan semangat mengisi celengannya. Bahkan mulai belajar menahan keinginan. Misalnya pernah dia di jalan haus, minta dibeliin minum. Terus saya tanya, "Nabila b...