Skip to main content

Malu

Lagi-lagi kusadari,
Banyak hal yang belum kupahami tentang diri ini.
Karena meskipun akal ini bekerja hampir sama baiknya dengan perasaan,
kadang malu menyergapku bukan pada tempatnya.
Membuatku kehilangan kontrol pada akal sehatku.

Ada banyak rasa yang harus kulatih kembali
kala malu membelenggu
kala rindu menyergap
kala penat menghampiri

juga pada saat bad mood ku tiba
kemarahan yang seringkali menyesakkan
kemalasan yang membuatku kehilangan kesempatan merebut amal

Ya Rabb, kutitipkan hatiku padaMu saja
agar tak lupa ia, untuk selalu membuatku mampu menangkap cahaya
yang Kau pancarkan senantiasa

Comments

Anonymous said…
bagus, bagus..kesadaran akan kelemahan diri semoga membawa pada upaya perbaikan yang istimrar.
hanya saja ada bagian yang kurang genah pada paragraf terakhir, yaitu kalimat "yang Kau pancarkan senantiasa". saya usul sebaiknya gunakan kata "ciptakan" untuk menggantikan kata "pancarkan", sebab kata pancarkan meyerupai sifat mahluk seperti matahari, api, dll.

Popular posts from this blog

Berhenti Sejenak

Pagi itu kami berempat (saya dan A3-A5) menuju stasiun. Baby Anas (A5) setia duduk di strolernya. Dinginnya menggigil tapi matahari menyapa dengan hangat. Tujuan kami adalah Kabe, rumah mba Nita tuk bersilaturahim dengan sahabat Azzahra. Di tengah jalan, di area favorit anak-anak untuk berhenti, Azmi (A3) tiba-tiba bertanya, "Bunda, itu tulisannya apa?" Ia menunjuk setengah bola yang biasanya mereka duduk bermain di atasnya.  Setiap melewati area ini memang mereka hampir selalu berhenti untuk bermain. Tapi pagi ini (seperti biasa) kami sedang mengejar waktu. Jadi saya menjawab sekenanya, "Engga tahu. Ayo kereta menunggu!" "Karena jauh ga keliatan? Ayo kesana!" Ah...  "Seperti ini tulisannya. Apa bacanya bunda? Tapi ini kanji bunda ga ngerti ya?" Akhirnya saya (seperti biasa, harus) mengalah. Berjongkok mengamati tulisan. Ternyata.... Tulisannya adalah "Saturn" lengkap dengan kanji di bawahnya dan angka2.... Saya lalu melihat ke sekelili...

Puzzle 46 (Terkurung di rumah)

Puzzle 46 (Terkurung di rumah) Puzzle terakhir ditulis 28 Desember 2009. Seperti apa kepingan yang ada 10 tahun kemudian? Dengan covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. perempuan itu bekerja dari rumah. Sewaktu-waktu lelaki itu juga di rumah. Serasa liburan tapi banyak kerjaan. Mereka berbagi tugas. Siapa yang belanja siapa yang masak. Siapa yang beres-beres siapa yang menemani anak belajar. Ada banyak istri stress karena suaminya di rumah. Repot katanya. Tapi perempuan itu bahagia. Ada hari-hari dimana ia bisa puas memandang suaminya sepanjang hari. Alhamdulillah. Pekerjaan lebih ringan, hati juga lebih lapang. Ada banyak target yang bisa dikejar, alhamdulillah
Puzzle ke Sekian (Tahun ke 16)  Untuk semua cinta dan kasih sayang  Untuk semua lipatan baju dan masakan.  Untuk semua maaf dan pengertian  Untuk semua gosokan pada dapur, kamar mandi, dan halaman.   Untuk semua nasihat dan pelajaran  Untuk sepasang telinga yang setia mendengarkan.  Untuk semua bimbingan dan teguran  Untuk semua perbaikan peralatan ataupun pijatan  Untuk semua kesabaran dan keteladanan  Untuk semua makanan yang selalu dihabiskan.   Untuk semua pengorbanan  Untuk semua jemputan pada panas dan hujan.  Untuk semuanya  Yang dulu dan yang akan datang  Semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak. Aamiin  Semoga Ia menjadikan cinta kita selalu lurus karenaNya,  Semoga Allah SWT menjadikan keluarga kita keluarga yang mencintai kebaikan, saling menolong dalam kebaikan, dalam dakwah, dan dalam taqwa, menjadikan kita dan anak keturunan kita penyejuk mata dan pemimpin...