Skip to main content

Posts

Surat itu...

astaghfirullah... maafkan saya saudari-saudariku... Surat Fatimah gemparkan kota Baghdad Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri. Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad, mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq. ! Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut. Bismillahirrahmanirrahiim. *Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.* [Q...

Ajaib

Kehamilan itu benar-benar ajaib. Entah berapa kali saya menonton film harun yahya tentang penciptaan manusia. Dan selalu saja mata saya takjub melihat apa yang terjadi. Begitu sempurna kuasanya, mengatur segala hal. Jeli, teliti, amat presisi. Masya Allah...Subhanallah... Tapi mengalami sendiri? Saya tak sadar betul tentang apa yang sedang terjadi pada salah satu bagian diri ini. Karena gerak yang belum terdeteksi. Kepayahan, pertarungan, kelelahan, kekuyuan yang sebenarnya belum seberapa dibanding masa yang akan datang, katanya. Tapi kadang hiburan itu ada saja masanya. Misalnya, saat-saat melihat layar monitor di ruang dokter sabtu lalu. Disana ada sebentuk mahluk seperti casper, dengan denyut jantung dan bakal tangan yang melambai-lambai. Mata saya berkaca. Membayangkan ia sedang berusaha menyapa. Kelihatan begitu riang, dinamis. Baru dua senti saja tingginya. Ah, apa ia penggembira dan susah diam seperti ibunya? Berkali-kali lelaki itu bertanya, apakah masih mau punya yang kedua, ...

Guru Kehidupan

masih dari asasiyat Tarbawi... Guru Kehidupan Oleh : KH.Rahmat Abdullah Ada murid dapat belajar hanya dari guru yang ber-SK, disuapi ilmu dan didikte habis-habisan. Ada yang cukup belajar dari katak yang melompat atau angin yang berhembus pelan lalu berubah menjadi badai yang memporakporandakan kota dan desa. Ada yang belajar dari apel yang jatuh disamping bulan yang menggantung di langit tanpa tangkai itu. Ada guru yang banyak berkata tanpa berbuat. Ada yang lebih pandai berbuat daripada berkata. Ada yang memadukan kata dan perbuatan. Yang istimewa diantara mereka, “bila melihatnya engkau langsung ingat Allah, ucapannya akan menambah amalmu dan amalnya membuatmu semakin cinta akhirat (khiyarukum man dzakkarakum billahi ru’yatuh wa zada fi’amalikum mantiquh wa raggahabakum fil akhirati ‘amaluh)” Yang tak dapat belajar dari guru alam dan dinamika lingkungannya, sangat tak berpotensi belajar dari guru manusia. Yang tak dapat mengambil ibrah dari pelajaran orang lain, harus mengamb...

Akhiran

Pernah ikutan training pengurusan jenazah? Atau malah ikut terjun langsung mengurus jenazah Mungkin banyak yang pernah, atau malah berkali-kali. Beberapa kesempatan datang pada saya, tapi hanya satu yang kemudian bisa dipenuhi. Meski baru berupa training, tapi berkali-kali membuat saya tersedak, dada sesak, dan ada rasa yang merinding. Ya, kematian memang nasihat yang sangat baik untuk kita. Apalagi ketika jenazah, simbol kematian itu yang mengabarkannya. Masih muda...kenapa juga harus diingat-ingat. Apalagi belajar mengurus jenazah. Ah, engga kok, malaikat sang pencabut nyawa itu tak mengenal batas usia. Di SMP, SMU, bahkan kuliah, selalu ada minus satu, kawan sekelas yang dipanggilNya terlebih dulu. Ah, sejak dulu, peringatan itu senantiasa ada disediakanNya... Kembali ke masalah pengurusan. Pengurusan itu dimulai sejak menjelang sakaratul maut, saat kritis. Saat malaikat izrail datang menemui kita dalam dua pilihan bentuk. Seperti tamu yang membawa kabar gembira, menarik dengan lemb...

Rumah

Lagi, kenang-kenangan dari almarhum. Masih diambil dari asasiyatnya tarbawi edisi awal. Baitu-d Da’wah Oleh : KH.Rahmat Abdullah Suatu malam menjelang fajar, dalam inspeksi rutinnya, Khalifah II Umar bin Khattab mendengar dialog menarik antara seorang ibu dengan gadis kencurnya. “Cepatlah bangun, perah susu kambing kita dan campurkan dengan air sebelum orang bangun dan melihat kerja kita.” “Bu, saya tak berani, ada yang selalu melihat gerak-gerik kita.” “Siapa sih sepagi ini mengintai kita?” sang ibu balik bertanya. “Bu, Allah tak pernah lepas memperhatikan kita.” Khalifah segera kembali dengan satu tekad yang esok dilaksanakannya, melamar sang gadis untuk puteranya, ‘Ashim bin Umar. Kelak dari pernikahan ini lahir seorang cucu : Umar bin Abdul Aziz, khalifah kelima. Tuan & Nyoya Da’wah yang saya hormati, Tentu saja istilah baitu da’wah ini tidak dimaksudkan sebagai rumah tempat warganya setiap hari berpidato. Juga bukan keluarga dengan aktifitas belajar mengajar seperti laiknya...

Cukup

Kapan waktunya memberi? Kalau kita merasa cukup bila kurang dan selalu merasa kurang tak kan pernah sanggup kita memberi Bukan uang semata tapi bahkan waktu, tenaga, perhatian dan cinta Kapan akan merasa cukup? setiap hari masalah datang silih berganti tanggung jawab tak pernah berkurang bahkan selalu bertambah Jadi kapan bisa mulai memberi?