Skip to main content

Posts

Showing posts with the label bubu

Ngga Bismillah (2)

Senin esok harinya kalender menunjukkan tanggal merah. Kali ini kami pergi full team: Bunda dengan tiga anaknya. Baba sendiri mengambil lembur tuk diganti dengan cuti di hari lain. Sepanjang jalan Bubu semangat 45 membaca bismillah di banyak waktu. Seringnya malah lebih dulu dari bunda. Waktu pulang bahkan dengan suara keras yang juga membuat teman-teman kecilnya yang berusia 3-2 tahunan ikut-ikutan. Selesai acara, seorang sahabat yang baik hati dan tidak sombong (clue: nama rumahnya A Dream Musashi Koganei) menyodorkan bungkusan. Hadiah. Di rumah saat dibuka ternyata isinya 2 kaos lelaki dan satu rok pink yang cantik. "Prezento itu baju yang kawai ya ..." Terngiang-ngiang lagi ucapan bubu. Subhanallah...JanjiNya benar. Kontan. Mudah-mudahan iman di hati gadis kecil ini semakin subur dengan kejutan-kejutan indah dariNya. Dan yang dititipkan (sahabat pemberi hadiah) mendapatkan balasan yang lebih baik dan lebih banyak.

Koin kring kring

Kutipan dari e-mail sendiri di milis Fahima ----- Di rumah, si gadis sulung sholihat Nabila mulai 4th juga mulai dikenalkan uang hemm...tepatnya menabung. Ini juga terinspirasi dari sahabat karib Nabila, Aisyah dan Tetehnya Alifa (putri teh Shinta, tetangga kami) yang menduga Nabila banyak menabung karena mainannya banyak. Padahal sebagian besar sih mainan warisan atau hadiah, hehe... Sederhana saja sih motif awal menabungnya, karena dia mengidam-idamkan sepeda, sepatu roda dan otopet.Karena harganya yang lumayan, Nabila jadi diajak nabung. Saya belikan dia celengan dan dia setiap hari diberi uang tuk ditabung. Tentu saja supaya lebih berkesan kuat, saya juga mencontohkan dengan cara menabung di celengan juga. Hanya saja uang koin bundanya yang besar (500 yen) sedang dia yang kecil. Alhamdulillah dia senang dan semangat mengisi celengannya. Bahkan mulai belajar menahan keinginan. Misalnya pernah dia di jalan haus, minta dibeliin minum. Terus saya tanya, "Nabila b...

Ngga Bismillah

Sudah lama tidak menulis disini. Hampir setahun. Tiba-tiba saja kangen. Hehe... Hari ini, seperti hari Ahad yang lain dimana baba dan bunda sama-sama punya acara di luar, anak-anak pun dibagi dua. Si sulung dan bungsu bersama bunda, sementara si tengah bersama baba. Kalau pergi bertiga begini, bisa agak fokus memanfaatkan kesempatan tuk mengobrol dengan Bubu atau menghapal ayat baru. Kalau berempat pasti heboh disambi acara mengejar-ngejar Dd yang berlari kesana kemari. Sudah lama bunda membaca bismillah keras-keras supaya bisa ditiru oleh gadis sulung yang berusia 4.5th itu. Kalau bundanya sedang tidak lalai tentu, hiks. Tapi sepertinya baru hari ini  mengajaknya (lagi) secara lisan. "Masuk lift baca bismillah ya..." "Awas, lubang (antara kereta dengan platform)nya besar. Baca bismillah dan loncat hati-hati ya..bismillah..." Begitu kira-kira... Tiba-tiba saat turun kereta di sta. Nippori, Bubu berkata pelan, "Engga bilang bismillah juga Nabila bisa turun d...

Hamdiya...

Katanya, mengajarkan aqidah pada balita salah satunya adalah dengan banyak menyebutNya. Salah satu yang diterapkan di rumah adalah bila salah satu ada yang sakit/kesakitan, entah karena terjepit, jatuh, dll., selalu diajak berdoa: "Ya Allah, sembuhkan Nabila/Dd ya Allah..." Lalu bagian yang sakit dikecup sebentar, dan mereka sudah tertawa sendiri. Lucunya, kalau misalnya si kakak mengacungkan tangan yang sakit minta didoain, maka si adik juga akan pura-pura meringis, mengacungkan tangan minta didoain juga. Hehe... Kedua adalah saat mendapatkan sesuatu, diucapkan alhamdulillah. Sampai sekarang si kakak bila menemukan barang yang dicarinya selalu bilang, "Hamdiyah bunda, ketemu..." Adiknya jadi ikut-ikutan juga... Sering terharu saat mereka main bersama, dan berkali-kali kata-kata itu terdengar dari mulut mereka. Mungkin awalnya memang orang tua mencontohkan, tapi gilirannya, orang tua yang malah banyak diingatkan oleh anak-anak lucu itu...

Camp Otsuka (ke-7)

Sabtu hingga Senin lalu, saya dan dua bocah pergi kemping ke Chichibu-Saitama, tempat Masjid Otsuka mengadakan Tarbiyah Campnya yang ketujuh. Kalau tahun-tahun sebelumnya saya bergabung di tim program wanita, tahun kemarin di program TK, tahun ini saya ambil tantangan baru di program anak SD Putri. Sebelum pergi sempat deg-degan juga, karena makanan disana hampir bisa dipastikan kare, sementara saya sedang kurang menikmatinya selama kehamilan. Kekhawatiran kedua, kondisi badan yang masih belum stabil, terutama pagi dan malam hari. Ketiga, tentu saja dua bocah ditangani sendiri, belum terbayang seperti apa. Tapi, di atas semua itu, doa dan sabar adalah senjata mujarab, ya. Alhamdulillah, masih bisa makan kare-kare itu, bahkan sekali bisa merasakan nikmatnya makan lagi. Badan yang tidak stabil engga sampai parah banget, bahkan sakit-sakit yang biasanya ada tidak terlalu mengganggu. Anak-anak juga relatif bisa diatasi. Meskipun keajaiban camp kali ini adalah mereka hampir tak pernah mau b...

Nabila, Pompa, dan Nendo

Pompa Hari ini di Yakumo-Meguro, Tokyo, di rumah tante Fitri, ada PM Kanto. Setelah agak lama tidak melihat Nabila (3.5), saya melongok keluar. Betul saja, ia sedang bermain bersama Nanami, Luna, dan pompa . Nabila memang sedang suka memompa. Jadi ingat Ahad lalu, saya membelikan bola plastik-semangka untuk anak-anak lengkap dengan pompanya. Sudah lama mencari-cari pompa untuk balon dan bola plastik. Tapi stok di toko 100 Daiso dekat rumah kosong terus. Jadi saat menemukannya di Seiyu saya langsung senang dan membelinya. Di rumah saya memompa bola itu lalu memainkannya bersama anak-anak. Sebentar saja sebelum melepas mereka bermain sendiri. Tapi ternyata mereka main lempar-lempar bolanya tak lama. Nabila segera mengempeskan bola plastik itu lalu memompanya kembali sampai penuh. Kelihatan senang sekali. Adiknya juga ikut-ikutan. Berulang-ulang dia melakukannya. Selama beberapa hari mengempeskan dan memompa bola palstik adalah aktivitas favorit gadis kecil kami. Dia hampir tidak pernah...

Bubu dan IQRA

Tepat 26 Januari 2009 yang lalu Amaturrahman Annabila yayang bunda genap berusia tiga tahun. Alhamdulliah niat beberapa bulan sebelumnya terwujud, yaitu terlaksananya keinginan untuk mengadakan semacam TPA di sekitar rumah, dan Bubu akan mulai belajar cara membaca al Quran. Untuk TPA, saya beruntung sekali punya tetangga-tetangga yang semangat. Sampai sekarang sudah diadakan tiga pertemuan. Meski mungkin saya sendiri akan sering absen-karena jadwal yang lumayan padat, tapi getaran semangat itu membuat saya juga semangat belajar bersama bubu di rumah. Di hari ulang tahunnya, bubu mulai saya ajak belajar membaca AQ metode al Furqon dari Malaysia. Mengenal huruf hijaiyyah dari ma, dengan kata ma-ma (plus ilustrasi berupa gambar ibu), ba, dengan kata ba-ba (plus ilustrasi berupa gambar ayah), dst. Sampai alhamdulillah 13 huruf diketahuinya dengan baik dalam 2-3 pekan (kami belajar dua kali sehari, pagi dan malam, sebentar saja). Nah saat melangkah ke i, bi, dst, bubu belum bisa memb...

PR 2: Kegiatan Bubu

Tidur Menyambung masalah ritme dan jadwal anak, awalnya bubu tukang tidur larut. Terbawa ortunya. Dia tidur siang lamaa sekali, lalu tidurnya malam. Katanya ini kurang baik bagi perkembangan otak anak ya. Jadinya pelan-pelan diusahakan tidur cepat. Allhamdulillah, makin besar makin banyak aktivitas, memudahkan dia untuk tidur lebih cepat. Dulu, waktu masih 2th kurang, dibawa tidur, lampu digelapkan, dll. Ga ngaruh. Dia setia menunggu baba pulang. Lalu setelah itu dia bisa tidur cepat namun bangun lagi menjelang babanya pulang (babanya bubu pulang sekitar 10 atau 11 malam). Jadi pukul 8 tidur, sekitar pukul 10 bangun, baru tidur lagi sekitar pukul 12 atau 1 malam. Dua puluh lima hari ini ditinggal pergi haji, bubu (2th 11bl) bisa tidur dengan normal. Setelah mandi dan makan malam, belum pukul sembilan malam dia sudah terbang ke alam mimpi. Kegiatan di rumah Dalam sepekan, kadang dua-tiga hari saja bubu di rumah. Biasanya dia terlibat dalam hampir semua pekerjaan ruma...

Mengedit waktu

Meski saya tidak lagi sekolah, dalam sepekan, hari keluar dan hari rumah hampir sama jumlahnya. Terkadang di rumah pun, banyak juga di depan komputer. Saya masih suka menimbang-nimbang, agak-agak cemas, apakah saya sudah cukup adil kepada bubu dan dd? Apakah waktu "main bersama bunda" mereka sudah tercukupi? Belum lagi ada rasa bersalah yang timbul, saat persiapan pergi, meminta bubu untuk bergerak cepat. Ah, anak yang dua bulan lagi baru tiga tahun diminta gerak cepat? Kayaknya berlebihan ya? Sudah bisa pakai perlengkapan sendiri saja menakjubkan sekali. Dengan kecepatannya sendiri, sejak lama bubu memang bisa memasang semua perlengkapannya sendiri. Dari ujung rambut/jilbab, sampai ujung kaki/kaus kaki dan sepatu. Tadi mengajak bubu ke koen/taman, bukan yang biasa sih, karena ini dekat masjid. Sengaja dari masjid, sebelum ke eki, main dulu ke koen. Karena kalau ke koen dekat rumah harus ditambah lagi perjalanan 1.5jam, bisa-bisa terlalu sore/gelap karena musim dingin. Bubu t...

Dua delapan bulan Bubu

Bubu masih mungil, tapi semakin pandai. Dia sudah mulai bisa membedakan belum dan sudah. Misalnya saat bunda apakah bertanya bubu sudah mandi? Maka ia bisa menjawab sudah atau belum sesuai dengan kenyataan... Kalau sebelumnya ia sering frustasi karena beberapa permintaannya kurang dimengerti, kini ia bisa menyatakan keinginannnya dengan lebih spesifik. Misalnya minta minum, apakah air, susu, atau jus. Bukan lagi sekedar menggeram menunjuk-nunjuk kulkas. Atau saat ia ingin susu yang dihangatkan di kompor dengan tambahan gula merah (ini susu favorit, mengenang susu di kampung dulu...) ia akan menunjuk ke kompor setelah bunda mengeluarkan kotak susu dari kulkas. Bubu juga sudah bisa mengganti popok sendiri. Masalahnya kadang popok itu belum kotor/ penuh, sudah ia ganti ...lol. Ohya, bubu selain mengaji juga semakin suka berdendang. Tapi selain lagu-lagu yang mirip senandung bunda, sebagian besar lagu-lagu bubu belum tertebak.

Gaya-gaya di bulan Oktober dan November 2006

Ini sebagian gaya-gaya neng qonitat yang sempet terjepret keetai/hp bunda. Setiap kali dijepret otomatis senyumnya mengembang. Imut, bikin gemesss.