Skip to main content

Posts

Showing posts with the label anak

Azmi

Abdulllah Azmi, ganteng bunda yang kedua lahir di Tokyo. Sejauh ini persalinan paling lancar. Kontraksi sih sudah lama, tapi yang terasa sudah betul-betul dekat ya di Sabtu menjelang subuh itu. Lalu menelepon RS setelah pukul 7 pagi. Berangkat dengan mencegat taksi di jalan, langsung ke rumah Mba Rina-salah satu tetangga yang baik hati dan tidak sombong, menitipkan anak-anak. Lalu saya dan suami pergi ke rumah sakit. Di dalam taksi mengsms mamah. Minta doa. Sampai disana 8.45an. Mengisi form dll, lalu diperiksa oleh bidan jaga. Bukaan 6 katanya. Jadi diminta langsung masuk ke ruang bersalin/bunben shitsu. Diinfus, eh lupa belum ganti baju, hehe. Jadinya nunggu infus selesai-meski tidak habis, lalu ganti baju. Sudah makin sakit dan mulai ingat, ohya ini rasanya mau melahirkan. Tapi air zamzam dan madu ketinggalan di tas anak-anak. Jadi suami turun sebentar mencari Pocari. Tenggorokan betul-betul kering. Doi pergi lamaaaaaaa sekali. Suster sempat khawatir suami tidak tiba pada waktunya. ...

Raising Our Children Raising Ourselves

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Childrens Books Author: Dr. Naomi Aldort Raising Our Children Raising Ourselves Transforming parent-child relationships from reaction and strugle to freedom and joy For parents of babies and teens Cerita Link untuk buku edisi online, saya temukan di blognya mba Andini. Membaca satu bab cukup membuat saya tertegun, menitikkan airmata, dan jatuh cinta. Ingin mencetak, tapi sayang tinta. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu baca di situsnya bahwa ada edisi cetak. Pesan di amazon dan datang ke rumah dua pekan kemudian. (Omong-omong tentang amazon, katanya termasuk yang membantu Israel. Alternaif lain apa ya?) Tentang buku Bagian awal buku bercerita bagaimana berbicara akan mampu mengobati perasaan anak. Rumusnya adalah S.A.L.V.E (Separate, Attention, Listen, Validate, Empower). Sedangkan bagian berikutnya adalah mengenai kebutuhan dasar anak. Penulis memaparkan lima hal yang dibahasnya masing-masing dalam satu bab. Lima kebutuhan dasar anak itu adalah:...

Read Aloud Handbook

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Parenting & Families Author: Jim Trelease Read Aloud Handbook “Mencerdaskan Anak dengan Membacakan Cerita Sejak Dini International Best Seller Penulis : Jim Trelease (Jurnalis dan Pendidik) Penerjemah: Arfan Achyar Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika) Kenangan Iklan buku ini saya temukan di majalah Parenting Indonesia, kemudian saya masukkan ke dalam daftar keinginan. Alhamdulillah bulan lalu bisa beli juga (hehe…tanda ada buku yang laku, prinsipnya kan jualan buku supaya bisa membeli buku :P). Baru sempat mulai membaca baru-baru ini saja dan alhamdulillah jatuh cinta pada bab awal-awalnya. Kesan tentang Buku Kampanye tentang membacakan buku sudah saya dengar sejak lama. Kami di rumah juga bergantian membacakan buku untuk Nabila dan Azka setiap hari. Tapii.. saya terkejut juga menemukan buku ini begitu komplit mengulas masalah/hal ihwal membacakan buku bagi anak-anak (harusnya wajar saja ya, lha wong bukunya mengaku sebagai “handboo...

Juz Amma untuk Anak

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Childrens Books Author: Tim Gema Insani Kenangan Sewaktu pulang mudik ke Indonesia di awal tahun 2008 yang lalu, kami seperti biasa mengunjungi Masjid Salman ITB-Bandung. Menemukan buku ini di kios bang Irfan, salah satu kios buku langganan jaman kuliah dulu. Nabila waktu itu baru 1.5 th. Dia suka buku itu, dan menganggapnya buku cerita yang biasa dibacakan menjelang tidur. Kemudian buku itu dipinjamkan ke TK Otsuka menjadi bahan mengajar yang juga disukai anak-anak. Karena dipakai setiap hari jadi lamaaaa tidak pernah dibawa pulang. Akhirnya karena Nabila juga semakin besar dan sudah mulai senang menghapal surat-surat pendek, saya pun memutuskan untuk menghibahkan saja buku itu dan membeli yang baru. Kesan tentang Buku Buku Juz Amma untuk anak ini ditulis dengan asbabun nuzul, arti, dan kesimpulan setiap surat. Gambar yang menarik dan ceria yang disesuaikan dengan isi masing-masing surat juga ikut melengkapi gambar. Saat membaca bersama-sama, Nabila...

PR 2: Kegiatan Bubu

Tidur Menyambung masalah ritme dan jadwal anak, awalnya bubu tukang tidur larut. Terbawa ortunya. Dia tidur siang lamaa sekali, lalu tidurnya malam. Katanya ini kurang baik bagi perkembangan otak anak ya. Jadinya pelan-pelan diusahakan tidur cepat. Allhamdulillah, makin besar makin banyak aktivitas, memudahkan dia untuk tidur lebih cepat. Dulu, waktu masih 2th kurang, dibawa tidur, lampu digelapkan, dll. Ga ngaruh. Dia setia menunggu baba pulang. Lalu setelah itu dia bisa tidur cepat namun bangun lagi menjelang babanya pulang (babanya bubu pulang sekitar 10 atau 11 malam). Jadi pukul 8 tidur, sekitar pukul 10 bangun, baru tidur lagi sekitar pukul 12 atau 1 malam. Dua puluh lima hari ini ditinggal pergi haji, bubu (2th 11bl) bisa tidur dengan normal. Setelah mandi dan makan malam, belum pukul sembilan malam dia sudah terbang ke alam mimpi. Kegiatan di rumah Dalam sepekan, kadang dua-tiga hari saja bubu di rumah. Biasanya dia terlibat dalam hampir semua pekerjaan ruma...

PR 1: Bubu dan Buku

Lapor, saya mau menyicil tugas. PR pertama ini sebetulnya adalah tugas yang diminta si empunya rumah sebelum datang ke rumahnya. Ini kopi-tempel dari MPnya beliau, hehe... Yang harus disiapkan dari rumah: a. Ide, ide, ide!!! b. Daftar buku/situs/bahan apa saja yang berguna bagi pendidikan anak (bisa yang telah dicetak atau disimpan di USB bila berupa daftar tautan di Firefox, IE--> ask an expert if you don't know...or Selly , can you help me out with this? ) c. Contoh buku kalau perlu d. Foto sampul/bagian dalam buku, foto poster yang ditempel di rumah, foto kegiatan anak bersama ayah-bundanya (nyimpennya di kamera aja biar enteng bawanya) e. Dan lain-lain --- PR 1: Buku dan Bubu Wah, untuk urusan buku ini, jangan dibandingin sama mba Dina. Asli jauuuuuh banget. Kami hanya punya beberapa buku anak-anak. Jumlahnya belasan saja sepertinya. :D Malu-maluin ya? Alasannya macam-macam. Karena memang jarang sekali bertemu buku yang memang bagus namun terjangkau. Buku-buku b...

Cinta di Rumah Hasan al Banna

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Parenting & Families Author: Muhammad Lili Nur Aulia Ahad 21 Des 2008 kemarin nemu buku ini. Beli dari jeng Ulfa-Nurcendekia. Besoknya, berhubung libur ngajar karena dd sakit, akhirnya langsung khatam deh... Buku ini sudah lama masuk "someday/maybe list" alias list keingingan terpendam untuk beli dan baca. Dan ternyata alhamdulillah, pembaca yang satu ini suka dan tidak kecewa ^^. Paling kelemahannya karena tipis, jadi terasa kurang deh... :P Pertama, menyusuri pengantar "Hasan al Banna Bukan Sembarang Ayah" oleh Dra. Hj. Wirianingsih (ada petikan wawancaranya di sebuah majalah saya rangkumkan di MP ini juga). Kedua, membaca isinya, yang sebagian besar adalah petikan kesan-kesan yang diungkapkan oleh para putri dan putra Hasan al Banna. Sebagai informasi, beliau ini dikaruniai 5 putri dan 1 putra. Pesan utama yang tertangkap oleh saya adalah bagaimana peran besar seorang ayah dalam membentuk anak-anak mereka baik itu dalam pr...

Penjelasan

Pagi itu hujan masih turun. Tidak deras, memang. Tapi memegang payung dan mendorong kereta bayi berisi dua penumpang, cukup berat juga tuk menahan keseimbangan. Di jalanan yang agak mendaki menuju stasiun Saginuma, nafas saya nyaris berhenti. Dingin yang membekukan kedua tangan dan menyesakkan hidung saya yang memang tak begitu tahan dingin. Pergi dalam hujan untuk memenuhi dua janji. Dua-duanya acara yang sangat saya suka: saling berbagi ilmu. Entah kenapa tiba-tiba saya ingin menjelaskan kepada kedua anak yang sering dibawa kesana kemari itu, alasan kenapa membawa mereka di dalam hujan. Menegakan hati membangunkan Abiya yang sedang tidur lelap untuk diajak bersiap lalu pergi bersama dingin yang menusuk tulang. Ada dua alasan sayang. Mungkin kalian boleh menyebutnya alasan egois, boleh menyebutnya alasan sosial. Egois, karena bunda kalian ini ingin membebaskan dirinya dari hisab, ketika manusia ditanya dengan bagaimana waktunya digunakan, bagaimana ia sudah berbuat sesuat...

Tunduk

Hari Senin, hari sains di TK Otsuka. Setelah sama-sama menghapal  surat dan mengenal ayat al Quran, kita akan "main-main" dengan benda-benda yang terapung dan tenggelam. Awalnya melihat buku bergambar, sambil tebak-tebakan. Kalau pensil dimasukkan ke dalam air terapung apa tenggelam ya? Kalau uang koin? Kalau kertas? Penghapus? Balok kayu? Botol? Sendok? Semuanya ditebak dengan semangat 45 oleh anak-anak itu. Ah, ada yang meragukan. Dua anak bilang mengapung. Sisanya yakin benda itu tenggelam. Saya ajak mereka pergi ke dapur. Ada keran air dan baskom. Masukkan air ke baskom, lalu benda yang "diragukan" tadi dimasukkan. Oh, ternyata dia tenggelam. Lalu benda-benda yang ingin dites pun satu persatu dimasukkan ke dalam air di baskom. Wajah-wajah penasaran itu puas sekali kalau tebakannya benar. Barang yang berat tenggelam, kalau ringan mengapung. Simpul mereka sendiri. Saya hanya senyam-senyum sambil memuji kepintaran mereka. Masalah benda berat bisa mengap...

Usulan Kakek Nashih Ulwan [1]

Kesan paling kuat camp otsuka lalu buat saya, adalah tentang kebakaran di rumah kita. Uhm, bukan kebakaran sebenarnya, tapi upaya menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka, yang pengamanannya berinti pada pendidikan anak. Saya jadi membuka-buka buku tebal tentang Pendidikan Anak dalam Islam yang ditulis Abdullah Nashih Ulwan setelah sebelumnya scanning buku Pendidikan Anaknya Irwan Prayitno (jazaakillah khair mba Nesia...buku bagus, subhanallah). Setelah itu jadi terpikir untuk menjadikan rumah multiply ini kumpulan koleksi catatan bacaan saya terkait anak-anak. Uhm...mengganti fungsi rumah satunya "Lintasan Bunda" .  Untuk berbagi dan pengingat, apalagi buat ibu pemula yang masih terbata-bata mengurus anak.Yah, semoga saja bisa istiqomah. Back to basic, inilah tulisan pertama. Salah satu ulama penulis idola bunda ini mencatatkan 10 usulan edukatif dalam pendidikan anak. Satu-satu akan diceritakan dalam tulisan berseri ini, insyaAllah. Usulan Kakek Nashih Ulwan [1. Memb...