Abdulllah Azmi, ganteng bunda yang kedua lahir di Tokyo. Sejauh ini persalinan paling lancar. Kontraksi sih sudah lama, tapi yang terasa sudah betul-betul dekat ya di Sabtu menjelang subuh itu. Lalu menelepon RS setelah pukul 7 pagi. Berangkat dengan mencegat taksi di jalan, langsung ke rumah Mba Rina-salah satu tetangga yang baik hati dan tidak sombong, menitipkan anak-anak. Lalu saya dan suami pergi ke rumah sakit. Di dalam taksi mengsms mamah. Minta doa. Sampai disana 8.45an. Mengisi form dll, lalu diperiksa oleh bidan jaga. Bukaan 6 katanya. Jadi diminta langsung masuk ke ruang bersalin/bunben shitsu. Diinfus, eh lupa belum ganti baju, hehe. Jadinya nunggu infus selesai-meski tidak habis, lalu ganti baju. Sudah makin sakit dan mulai ingat, ohya ini rasanya mau melahirkan. Tapi air zamzam dan madu ketinggalan di tas anak-anak. Jadi suami turun sebentar mencari Pocari. Tenggorokan betul-betul kering. Doi pergi lamaaaaaaa sekali. Suster sempat khawatir suami tidak tiba pada waktunya. ...
:: Lintasan pikiran yang direkam dalam ragam bentuk tulisan ::