Skip to main content

Posts

Showing posts with the label keluarga

Nabila, Pompa, dan Nendo

Pompa Hari ini di Yakumo-Meguro, Tokyo, di rumah tante Fitri, ada PM Kanto. Setelah agak lama tidak melihat Nabila (3.5), saya melongok keluar. Betul saja, ia sedang bermain bersama Nanami, Luna, dan pompa . Nabila memang sedang suka memompa. Jadi ingat Ahad lalu, saya membelikan bola plastik-semangka untuk anak-anak lengkap dengan pompanya. Sudah lama mencari-cari pompa untuk balon dan bola plastik. Tapi stok di toko 100 Daiso dekat rumah kosong terus. Jadi saat menemukannya di Seiyu saya langsung senang dan membelinya. Di rumah saya memompa bola itu lalu memainkannya bersama anak-anak. Sebentar saja sebelum melepas mereka bermain sendiri. Tapi ternyata mereka main lempar-lempar bolanya tak lama. Nabila segera mengempeskan bola plastik itu lalu memompanya kembali sampai penuh. Kelihatan senang sekali. Adiknya juga ikut-ikutan. Berulang-ulang dia melakukannya. Selama beberapa hari mengempeskan dan memompa bola palstik adalah aktivitas favorit gadis kecil kami. Dia hampir tidak pernah...

Read Aloud Handbook

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Parenting & Families Author: Jim Trelease Read Aloud Handbook “Mencerdaskan Anak dengan Membacakan Cerita Sejak Dini International Best Seller Penulis : Jim Trelease (Jurnalis dan Pendidik) Penerjemah: Arfan Achyar Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika) Kenangan Iklan buku ini saya temukan di majalah Parenting Indonesia, kemudian saya masukkan ke dalam daftar keinginan. Alhamdulillah bulan lalu bisa beli juga (hehe…tanda ada buku yang laku, prinsipnya kan jualan buku supaya bisa membeli buku :P). Baru sempat mulai membaca baru-baru ini saja dan alhamdulillah jatuh cinta pada bab awal-awalnya. Kesan tentang Buku Kampanye tentang membacakan buku sudah saya dengar sejak lama. Kami di rumah juga bergantian membacakan buku untuk Nabila dan Azka setiap hari. Tapii.. saya terkejut juga menemukan buku ini begitu komplit mengulas masalah/hal ihwal membacakan buku bagi anak-anak (harusnya wajar saja ya, lha wong bukunya mengaku sebagai “handboo...

Cinta di Rumah Hasan al Banna

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Parenting & Families Author: Muhammad Lili Nur Aulia Ahad 21 Des 2008 kemarin nemu buku ini. Beli dari jeng Ulfa-Nurcendekia. Besoknya, berhubung libur ngajar karena dd sakit, akhirnya langsung khatam deh... Buku ini sudah lama masuk "someday/maybe list" alias list keingingan terpendam untuk beli dan baca. Dan ternyata alhamdulillah, pembaca yang satu ini suka dan tidak kecewa ^^. Paling kelemahannya karena tipis, jadi terasa kurang deh... :P Pertama, menyusuri pengantar "Hasan al Banna Bukan Sembarang Ayah" oleh Dra. Hj. Wirianingsih (ada petikan wawancaranya di sebuah majalah saya rangkumkan di MP ini juga). Kedua, membaca isinya, yang sebagian besar adalah petikan kesan-kesan yang diungkapkan oleh para putri dan putra Hasan al Banna. Sebagai informasi, beliau ini dikaruniai 5 putri dan 1 putra. Pesan utama yang tertangkap oleh saya adalah bagaimana peran besar seorang ayah dalam membentuk anak-anak mereka baik itu dalam pr...

Dear Oom

Oom bubu dan dd yang baik hati dan tidak sombong, menjadi 27 th tanggal 17 Desember 2008 ini. Barakallahu fiik ... semoga Allah memberikan jalan kemudahan pada setiap kesulitan dan halangan, kekuatan pada setiap kelemahan, perbaikan pada setiap kekurangan, selain tentu saja menyempurnakan apa-apa yang sudah baik pada dirimu. DikaruniakanNya usia yang berkah, cemerlang di dunia dan akhirat. Meski postingan ini tidak hadir ontime karena koneksi internet yang agak payah akhir-akhir ini, doa buat oom dipanjatkan secara ontime kok. Salam sayang selalu teteh, abang, ima-chan, azka-kun

Membangun keluarga... [bag terakhir]

7. Mendidik anak Dikaruniai oleh Allah sebelas anak (si bungsu meninggal waktu kecil) beliau menceritakan apa yang dibangun saat mereka masih belia. a. Mengenalkan anak kepada al Quran Cita-citanya adalah mendidik anak sendiri, terutama al Quran. Melek huruf ditangan ibu. [di kesempatan yang lain saya mendengar bahwa mengenalkan ke-sebelas putra-putrinya dengan al quran adalah dengan membuat mereka sefamiliar mungkin dengan al quran sejak kecil. seperti kita familiar sekali dengan lagu kanak-kanak] anak-anak mulai masuk kapalan quran usia 4 tahun b. Mengenalkan anak kepada Allah Di awal misalnya tauhid yang dibangun adalah Allah sebagai pencipta. Membedakan antara mencipta dengan membuat, agar setiap kali mendengar kata "mencipta" yang teringat adalah Allah c. Mengenalkan anak sirah nabi Membacakan anak-anak perjalanan nabi. Hampir tiap malam berkisah sebelum tidur. Sudah besar, malah anak-anaknya yang mengajarkan/bercerita kepada ibunya. Suaminya sering sekali pergi...

Membangun keluarga (bagian ke-2)

3. Memulai membangun keluarga idaman Bangun paradigma. Di dunia tak ada yang sempurna. Tapi, al Quran mematok yang sempurna. Paparan dalam al Quran adalah paparan tentang keluarga ideal, keluarga idaman ada sekitar 90%. Kenapa? Dalam psikologi Islam, esensi manusia ada pada jiwanya yang terdiri dari beberapa komponen. Tapi ada satu substansi, yaitu ad dakhiliyyah (ruh, an nafs, aql, qalbu). Proses kerja bathiniyah dalam ad dakhiliyyah ini kemudin tercermin dalam bentuk pikiran, perasaan, sikap, prilaku. Potensi ini yang memanusiakan manusia dibandingkan seonggok daging. Sekarang bagaimana ia memiliki energi positif dalam jiwa sehingga bisa melahirkan prilaku-prilaku yang islami. Salah satu karakter jiwa/nafs/ruh adalah sifat tanpa batas dan rasa tidak pernah puas. [kebayangnya rasa ini yang melahirkan perkembangan teknologi-teknologi baru, dll] Kenapa? Karena ingin mencapai kesempurnaan. Puncak pencapaian manusia adalah syurga. Syurga dan neraka digambarkan Allah swt sebagai ...

Membangun Keluarga "Pertama sekali bagi saya adalah doa"

...Kata Mba Wiwi. Iya, Ust. Wirianingsih diwawancarai majalah Tasqif (Dimuat di No. 34 edisi Oktober). Saya sangat terkesan dengan beberapa uraiannya. Sengaja dikutip disini biar engga lupa. 1. Definisi keluarga Keluarga dalam bahasa arab disebut usrah atau a'liyyah. Usrah diartikan al birru al hasinah alias benteng yang kokoh, sedang a'liy lebih bermakna hubungan darah dan emosional. Keluarga adalah benteng pertama yang membentengi keluarga dari berbagai ancaman, ujian, dan fitnah . Benteng pertama untuk menumbuhkembangkan potensi keluarga. Benteng pertama untuk penanaman nilai/internalisasi nilai, pembentukan karakter, sifat bawaan anggota. Keluarga juga adalah benteng terakhir bermakna, jika semua instutusi negara rusak, maka institusi terakhir yang tidak rusak dan pecah adalah keluarga. [Dalem dan terasa berat..ga sih?] 2. Fungsi Keluarga : a. Fungsi psikologis: menghadirkan sakinah, ketenangan, tempat kembali para anggotanya. b. Fungsi sosial: ada pembagian pera...

Dua delapan bulan Bubu

Bubu masih mungil, tapi semakin pandai. Dia sudah mulai bisa membedakan belum dan sudah. Misalnya saat bunda apakah bertanya bubu sudah mandi? Maka ia bisa menjawab sudah atau belum sesuai dengan kenyataan... Kalau sebelumnya ia sering frustasi karena beberapa permintaannya kurang dimengerti, kini ia bisa menyatakan keinginannnya dengan lebih spesifik. Misalnya minta minum, apakah air, susu, atau jus. Bukan lagi sekedar menggeram menunjuk-nunjuk kulkas. Atau saat ia ingin susu yang dihangatkan di kompor dengan tambahan gula merah (ini susu favorit, mengenang susu di kampung dulu...) ia akan menunjuk ke kompor setelah bunda mengeluarkan kotak susu dari kulkas. Bubu juga sudah bisa mengganti popok sendiri. Masalahnya kadang popok itu belum kotor/ penuh, sudah ia ganti ...lol. Ohya, bubu selain mengaji juga semakin suka berdendang. Tapi selain lagu-lagu yang mirip senandung bunda, sebagian besar lagu-lagu bubu belum tertebak.