Skip to main content

Kepungan

Pernah merasa terkepung?

Sendirian. Dan di sekelilingmu begitu banyak wajah yang tak ramah. Memangdangmu, menyesakkan dadamu.

Aku sedang terkepung. Ada yang mengepungku, menjebakku, membuatku nyaris tak berkutik.

Ya, kepungan oleh musuh kepunyaan nenek moyang yang merembet hingga anak cucunya. Menjerat kita dengan maya ataupun nyata, saat kita sadar atau tidak.

Kadang diam-diam mereka bersembunyi, tapi selalu mengintai dengan mata yang sangat waspada. Jauh lebih waspada daripada elang terhadap mangsa yang diincarnya.

Selalu mencari-cari waktu lengah kita, agar kita bergabung bersama mereka.

Aku sedang terkepung. Ada yang mengepungku, menjebakku, membuatku nyaris tak berkutik. Lalu terseret. Menjadi manusia bertanduk.

Tolong, selamatkan aku dari kepungan ini, sebelum aku menjadi kepingan. Hancur...

Tak ada polisi, apalagi superman. Mereka musuh yang terlalu kuat. Hanya yang Paling Kuat dan Hebat yang bisa menolong. Hanya Ia sang penolong.

***
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.
*an naas:1-6

waswasah (ayat 4) berarti suara yang halus, mungkin karena teramat halus ini kita tak pernah sadar betul sedang dibisiki.
khannas (ayat 4) katanya mempunyai sifat sering bersembunyi dan kembali lagi. ia tak pernah berhenti. selalu mengintai, dan mengincar kelengahan manusia.

Setan itu tetap berada di hati anak Adam. Apabila ia mengingat Allah taala, setan itu bersembunyi. Dan apabila ia lalai, setan itu membisikinya. (HR Bukhari)

Comments

Popular posts from this blog

Berhenti Sejenak

Pagi itu kami berempat (saya dan A3-A5) menuju stasiun. Baby Anas (A5) setia duduk di strolernya. Dinginnya menggigil tapi matahari menyapa dengan hangat. Tujuan kami adalah Kabe, rumah mba Nita tuk bersilaturahim dengan sahabat Azzahra. Di tengah jalan, di area favorit anak-anak untuk berhenti, Azmi (A3) tiba-tiba bertanya, "Bunda, itu tulisannya apa?" Ia menunjuk setengah bola yang biasanya mereka duduk bermain di atasnya.  Setiap melewati area ini memang mereka hampir selalu berhenti untuk bermain. Tapi pagi ini (seperti biasa) kami sedang mengejar waktu. Jadi saya menjawab sekenanya, "Engga tahu. Ayo kereta menunggu!" "Karena jauh ga keliatan? Ayo kesana!" Ah...  "Seperti ini tulisannya. Apa bacanya bunda? Tapi ini kanji bunda ga ngerti ya?" Akhirnya saya (seperti biasa, harus) mengalah. Berjongkok mengamati tulisan. Ternyata.... Tulisannya adalah "Saturn" lengkap dengan kanji di bawahnya dan angka2.... Saya lalu melihat ke sekelili...

ke odaiba

Bertiga di atas perahu Dulu...waktu kaka sedang di Maroko, saya, Ima, mamah dan keluarga kakak dari Sendai (K Zakir, K Salma, Hilyah dan Gilman) pergi ke Odaiba. Jalan-jalan terakhir Kak Salma yang akan pulang ke Makassar. Kaka 'iri berat', sehingga saya pun berjanji suatu saat akan kesana bersamanya. Alhamdulillah, di antara jadwal yang cukup padat, masih ada celah sebuah hari libur tanpa tugas dimana kami bisa pergi kesana. Dengan tiket 900 yen perorang, kami bisa naik Rinkai line, Yurikamome line, dan juga naik perahu sesukanya. Kami memilih stasiun Oimachi yang paling dekat dari rumah. Walaupun hujan turun cukup deras, perjalanan masih bisa dinikmati dengan enak.
Puzzle 48 (One Screen) Sering sih kerjasama bareng ustadz kesayangan ini dalam berbagai event. Tapi biasanya saya manggung dan beliau di belakang jadi supporter atau sebaliknya. Misalnya saya ngisi kajian dengan materi yang amat baru buat saya, beliau bantu tentir materi sebelum hari H. Beliau mengisi, saya bantu buat file presentasi. Kadang cukup supporter sederhana aja: mengamankan studio atau ruang kerja/belajar dari iklan pasukan. Hehehe   Sesekali saja kita tampil berdua dan itu terjadi cukup langka. Belum tentu setahun sekali. Baru di AHA nya Aqyla kita betul-betul manggung berdua. Dan itupun kebanyakan online dari tempat yang berbeda. Eh sekalinya barengan dalam satu ruangan moderator menutup acara sambil bilang "Assalamu alaikum wrwb."  Ada suara latar yang bilang Waalaikumussalam wrwb ya habibaty… Dan moderatornya jadi senyum-senyum sambil tersipu-sipu deh (sambil berharap itu suara latar ga kedengaran keluar, apalagi terekam) 🙈😍 MashaAllah Barakallahu fiina wa fii...