Skip to main content

Posts

PR 2: Kegiatan Bubu

Tidur Menyambung masalah ritme dan jadwal anak, awalnya bubu tukang tidur larut. Terbawa ortunya. Dia tidur siang lamaa sekali, lalu tidurnya malam. Katanya ini kurang baik bagi perkembangan otak anak ya. Jadinya pelan-pelan diusahakan tidur cepat. Allhamdulillah, makin besar makin banyak aktivitas, memudahkan dia untuk tidur lebih cepat. Dulu, waktu masih 2th kurang, dibawa tidur, lampu digelapkan, dll. Ga ngaruh. Dia setia menunggu baba pulang. Lalu setelah itu dia bisa tidur cepat namun bangun lagi menjelang babanya pulang (babanya bubu pulang sekitar 10 atau 11 malam). Jadi pukul 8 tidur, sekitar pukul 10 bangun, baru tidur lagi sekitar pukul 12 atau 1 malam. Dua puluh lima hari ini ditinggal pergi haji, bubu (2th 11bl) bisa tidur dengan normal. Setelah mandi dan makan malam, belum pukul sembilan malam dia sudah terbang ke alam mimpi. Kegiatan di rumah Dalam sepekan, kadang dua-tiga hari saja bubu di rumah. Biasanya dia terlibat dalam hampir semua pekerjaan ruma...

PR 1: Bubu dan Buku

Lapor, saya mau menyicil tugas. PR pertama ini sebetulnya adalah tugas yang diminta si empunya rumah sebelum datang ke rumahnya. Ini kopi-tempel dari MPnya beliau, hehe... Yang harus disiapkan dari rumah: a. Ide, ide, ide!!! b. Daftar buku/situs/bahan apa saja yang berguna bagi pendidikan anak (bisa yang telah dicetak atau disimpan di USB bila berupa daftar tautan di Firefox, IE--> ask an expert if you don't know...or Selly , can you help me out with this? ) c. Contoh buku kalau perlu d. Foto sampul/bagian dalam buku, foto poster yang ditempel di rumah, foto kegiatan anak bersama ayah-bundanya (nyimpennya di kamera aja biar enteng bawanya) e. Dan lain-lain --- PR 1: Buku dan Bubu Wah, untuk urusan buku ini, jangan dibandingin sama mba Dina. Asli jauuuuuh banget. Kami hanya punya beberapa buku anak-anak. Jumlahnya belasan saja sepertinya. :D Malu-maluin ya? Alasannya macam-macam. Karena memang jarang sekali bertemu buku yang memang bagus namun terjangkau. Buku-buku b...

Cinta di Rumah Hasan al Banna

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Parenting & Families Author: Muhammad Lili Nur Aulia Ahad 21 Des 2008 kemarin nemu buku ini. Beli dari jeng Ulfa-Nurcendekia. Besoknya, berhubung libur ngajar karena dd sakit, akhirnya langsung khatam deh... Buku ini sudah lama masuk "someday/maybe list" alias list keingingan terpendam untuk beli dan baca. Dan ternyata alhamdulillah, pembaca yang satu ini suka dan tidak kecewa ^^. Paling kelemahannya karena tipis, jadi terasa kurang deh... :P Pertama, menyusuri pengantar "Hasan al Banna Bukan Sembarang Ayah" oleh Dra. Hj. Wirianingsih (ada petikan wawancaranya di sebuah majalah saya rangkumkan di MP ini juga). Kedua, membaca isinya, yang sebagian besar adalah petikan kesan-kesan yang diungkapkan oleh para putri dan putra Hasan al Banna. Sebagai informasi, beliau ini dikaruniai 5 putri dan 1 putra. Pesan utama yang tertangkap oleh saya adalah bagaimana peran besar seorang ayah dalam membentuk anak-anak mereka baik itu dalam pr...

Penjelasan

Pagi itu hujan masih turun. Tidak deras, memang. Tapi memegang payung dan mendorong kereta bayi berisi dua penumpang, cukup berat juga tuk menahan keseimbangan. Di jalanan yang agak mendaki menuju stasiun Saginuma, nafas saya nyaris berhenti. Dingin yang membekukan kedua tangan dan menyesakkan hidung saya yang memang tak begitu tahan dingin. Pergi dalam hujan untuk memenuhi dua janji. Dua-duanya acara yang sangat saya suka: saling berbagi ilmu. Entah kenapa tiba-tiba saya ingin menjelaskan kepada kedua anak yang sering dibawa kesana kemari itu, alasan kenapa membawa mereka di dalam hujan. Menegakan hati membangunkan Abiya yang sedang tidur lelap untuk diajak bersiap lalu pergi bersama dingin yang menusuk tulang. Ada dua alasan sayang. Mungkin kalian boleh menyebutnya alasan egois, boleh menyebutnya alasan sosial. Egois, karena bunda kalian ini ingin membebaskan dirinya dari hisab, ketika manusia ditanya dengan bagaimana waktunya digunakan, bagaimana ia sudah berbuat sesuat...

Dear Oom

Oom bubu dan dd yang baik hati dan tidak sombong, menjadi 27 th tanggal 17 Desember 2008 ini. Barakallahu fiik ... semoga Allah memberikan jalan kemudahan pada setiap kesulitan dan halangan, kekuatan pada setiap kelemahan, perbaikan pada setiap kekurangan, selain tentu saja menyempurnakan apa-apa yang sudah baik pada dirimu. DikaruniakanNya usia yang berkah, cemerlang di dunia dan akhirat. Meski postingan ini tidak hadir ontime karena koneksi internet yang agak payah akhir-akhir ini, doa buat oom dipanjatkan secara ontime kok. Salam sayang selalu teteh, abang, ima-chan, azka-kun

Puzzle 44 [Incomplete]

Belum dua pekan lelaki itu pergi bertugas ke tanah suci. Rasanya seperti berabad-abad. Sulit menggambarkannya, tapi seperti ada belahan yang terlepas. Incomplete? Rasanya masih sama seperti empat tahun yang lalu. Atau malah lebih dalam? Karena keduanya melekat semakin kuat. Adanya dua mahluk kecil, dan kesibukan di siang hari memang lumayan mengalihkan perhatian. Tapi waktu menjelang shubuh hingga matahari mulai meninggi, adalah saat dimana rindu itu menusuk-nusuk. Sholat tanpa ada yang mengimani... Ya Rahman, kuatkan kami, kumpulkan kami di dunia dan akhirat senantiasa dalam ridhaMu... aamiin