Skip to main content

Posts

Anak TK baru

Puzzle 45 [Berbeda tapi...]

Lelaki itu tak suka makan di restoran dan mengeluh saat diajak jalan-jalan. Menghabiskan uang katanya. Wajahnya juga saat awal-awal sering kurang sumringah saat di kendaraan. Untung akhir-akhir ini bisa agak "ramah", hehe... Perempuan itu sebaliknya. Apalagi saat hamil, jatah untuk makan di luar bisa berlipat. Dia juga bermimpi bisa keliling dunia-tapi ga keluar uang banyak, hehe. Beruntung untuk kasus jalan-jalan yang jauh dan mahal, mereka lebih banyak memanfaatkan momen saat sang suami diundang jadi pembicara di luar kota. Lumayan hemat ongkos separuh jalan. Suatu hari hal ini terangkat lagi. Perempuan itu mengangkat hal ini dalam diskusi pagi mereka setengah murung. "Ade suka jalan-jalan kemana-mana. Tapi kalau kaka ga suka ade jalan-jalan sama siapa?" Namun sebelum berduka terlalu lama, ada yang terlintas lagi di benaknya. "Tapi kaka suka menyenangkan hati istri. Ga suka makan di luar tetap saja ikut makan dan menraktir. Ga suka jalan-jalan tapi tetap iku...

Hamdiya...

Katanya, mengajarkan aqidah pada balita salah satunya adalah dengan banyak menyebutNya. Salah satu yang diterapkan di rumah adalah bila salah satu ada yang sakit/kesakitan, entah karena terjepit, jatuh, dll., selalu diajak berdoa: "Ya Allah, sembuhkan Nabila/Dd ya Allah..." Lalu bagian yang sakit dikecup sebentar, dan mereka sudah tertawa sendiri. Lucunya, kalau misalnya si kakak mengacungkan tangan yang sakit minta didoain, maka si adik juga akan pura-pura meringis, mengacungkan tangan minta didoain juga. Hehe... Kedua adalah saat mendapatkan sesuatu, diucapkan alhamdulillah. Sampai sekarang si kakak bila menemukan barang yang dicarinya selalu bilang, "Hamdiyah bunda, ketemu..." Adiknya jadi ikut-ikutan juga... Sering terharu saat mereka main bersama, dan berkali-kali kata-kata itu terdengar dari mulut mereka. Mungkin awalnya memang orang tua mencontohkan, tapi gilirannya, orang tua yang malah banyak diingatkan oleh anak-anak lucu itu...

Camp Otsuka (ke-7)

Sabtu hingga Senin lalu, saya dan dua bocah pergi kemping ke Chichibu-Saitama, tempat Masjid Otsuka mengadakan Tarbiyah Campnya yang ketujuh. Kalau tahun-tahun sebelumnya saya bergabung di tim program wanita, tahun kemarin di program TK, tahun ini saya ambil tantangan baru di program anak SD Putri. Sebelum pergi sempat deg-degan juga, karena makanan disana hampir bisa dipastikan kare, sementara saya sedang kurang menikmatinya selama kehamilan. Kekhawatiran kedua, kondisi badan yang masih belum stabil, terutama pagi dan malam hari. Ketiga, tentu saja dua bocah ditangani sendiri, belum terbayang seperti apa. Tapi, di atas semua itu, doa dan sabar adalah senjata mujarab, ya. Alhamdulillah, masih bisa makan kare-kare itu, bahkan sekali bisa merasakan nikmatnya makan lagi. Badan yang tidak stabil engga sampai parah banget, bahkan sakit-sakit yang biasanya ada tidak terlalu mengganggu. Anak-anak juga relatif bisa diatasi. Meskipun keajaiban camp kali ini adalah mereka hampir tak pernah mau b...

Ridha dan Manajemen Kecewa

Kecewa adalah selisih antara harapan dan kenyataan, katanya. Ketika apa yang terjadi tak sesuai dengan keinginan dan harapan, maka hati ini pun menjadi sedih dan kecewa. Apalagi kecewa karena kegagalan mendapatkan sesuatu yang sudah diidam-idamkan dan lama diperjuangkan. Ternyata sejak awal, Allah SWT sudah mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi kekecewaan sekaligus kebahagiaan yang pasti akan menjadi warna kehidupan kita ini. Ia mengajarkan kepada kita Quran surat al hadid ayat 21-23 (21) Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan [tidak pula] pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab [Lauh Mahfuzh] sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (22) [Kami jelaskan yang demikian itu] supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira [2] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (23) [yaitu] ...

Raising Our Children Raising Ourselves

Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Childrens Books Author: Dr. Naomi Aldort Raising Our Children Raising Ourselves Transforming parent-child relationships from reaction and strugle to freedom and joy For parents of babies and teens Cerita Link untuk buku edisi online, saya temukan di blognya mba Andini. Membaca satu bab cukup membuat saya tertegun, menitikkan airmata, dan jatuh cinta. Ingin mencetak, tapi sayang tinta. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu baca di situsnya bahwa ada edisi cetak. Pesan di amazon dan datang ke rumah dua pekan kemudian. (Omong-omong tentang amazon, katanya termasuk yang membantu Israel. Alternaif lain apa ya?) Tentang buku Bagian awal buku bercerita bagaimana berbicara akan mampu mengobati perasaan anak. Rumusnya adalah S.A.L.V.E (Separate, Attention, Listen, Validate, Empower). Sedangkan bagian berikutnya adalah mengenai kebutuhan dasar anak. Penulis memaparkan lima hal yang dibahasnya masing-masing dalam satu bab. Lima kebutuhan dasar anak itu adalah:...