Skip to main content

Poem buat bunda

Diambil dari sebuah anymous comment di postingan sebelumnya
untuk penulisnya, makasih yaa...saya belum tahu siapa, tapi ada kaca di mata saya saat menemukannya malam itu. Jazaakumullah khair

Untukmu Bundaku

Bunda sayang
Aku cinta kamu..!
Tapi aku suka buat kamu capek
Padahal aku cinta kamu

Bunda sayang
Aku sungguh sayang kamu
Tapi aku sering membuatmu tak bisa makan minum
Walau hanya segelas susu

Bunda..
Aku sayang kamu bunda !

Kau lihat aku tergolek dalam rahimmu
Kecil ya bunda..
Kecil...
Kayak casper bunda bilang..!
Tapi aku tak tahu apa itu casper..?

Bunda.. aku gak mau kayak casper
Tapi aku mau kayak Hamzah..!
Atau Ummar bin Khattab..
Atau Sa’ad bin Abi waqash
Atau Shalahuddin al Ayyubi..
Jangan sebut lagi aku casper ya bunda..
Sebab aku bukan casper
Akulah the mirracle..
Ya.. aku the mirracle bunda..!

Bunda..
Maaf kan aku ya sayang..
Padahal baru 3 bulan lebih aku disini
Tapi sudah cukup merepotkan bunda ya..?!
Maafkan aku bundaku..!

Bunda..
Kalau aku besar nanti aku tak akan lupa ini
Tak akan bunda..
InsyaAllah..
Aku tak akan lupa perjuangan bunda

Setengah berlari bunda tuju klinik itu
Hanya karena aku bergerak lincah di perutmu
Maafkan aku bunda..
Saat itu aku ingin bunda mengelusku
Lalu engkau bacakan ayat-ayat kesukaanku
Kemudian engkau ceritakan padaku tentang Ummar dan Hamzah
Tentang Ali bin Abi Thalib pendekar pedang sakti itu
Juga tentang Mush'ab bin Umair sang Duta muda itu
Atau tentang Ummar Bin Abdul'Aziz sang pemimpin ahli management pemerintahan itu..
Hingga aku tertidur dalam buaianmu

Bunda..
Ganbare ne !
Ditengah kesulitan bunda mengejar ilmu
Bunda masih begitu telaten memperhatikanku
Aku cinta kamu bunda..
Aku cinta kamu..!
Semoga Allah memuliakanmu bunda
Semoga Allah membalas setiap sentuhanmu padaku
Allah memberikan satu bungalow indah di SyurgaNya nanti
Hanya untukmu bunda..
Ya.. hanya untukmu
Bundaku yang perkasa.

Salam sayang dari ananda yang ada dalam rahim-mu
The mirracle

Suwa, 4 Aug 2005

Semoga Allah menguatkanmu saudaraku
Semoga Allah memberimu semua yang kau perlu
Lalu Ia membimbingmu dalam shabar dan cinta padaNya, amiin.

(maafkan aku yang nyelonong masuki blog mu tanpa ba-bi-bu)

update
alhamdulillah, ternyata penulisnya adalah salah seorang rekan yang saya kenal baik di beberapa milis/organisasi.
jazaakumullah khair...

Comments

Popular posts from this blog

Berhenti Sejenak

Pagi itu kami berempat (saya dan A3-A5) menuju stasiun. Baby Anas (A5) setia duduk di strolernya. Dinginnya menggigil tapi matahari menyapa dengan hangat. Tujuan kami adalah Kabe, rumah mba Nita tuk bersilaturahim dengan sahabat Azzahra. Di tengah jalan, di area favorit anak-anak untuk berhenti, Azmi (A3) tiba-tiba bertanya, "Bunda, itu tulisannya apa?" Ia menunjuk setengah bola yang biasanya mereka duduk bermain di atasnya.  Setiap melewati area ini memang mereka hampir selalu berhenti untuk bermain. Tapi pagi ini (seperti biasa) kami sedang mengejar waktu. Jadi saya menjawab sekenanya, "Engga tahu. Ayo kereta menunggu!" "Karena jauh ga keliatan? Ayo kesana!" Ah...  "Seperti ini tulisannya. Apa bacanya bunda? Tapi ini kanji bunda ga ngerti ya?" Akhirnya saya (seperti biasa, harus) mengalah. Berjongkok mengamati tulisan. Ternyata.... Tulisannya adalah "Saturn" lengkap dengan kanji di bawahnya dan angka2.... Saya lalu melihat ke sekelili...

ke odaiba

Bertiga di atas perahu Dulu...waktu kaka sedang di Maroko, saya, Ima, mamah dan keluarga kakak dari Sendai (K Zakir, K Salma, Hilyah dan Gilman) pergi ke Odaiba. Jalan-jalan terakhir Kak Salma yang akan pulang ke Makassar. Kaka 'iri berat', sehingga saya pun berjanji suatu saat akan kesana bersamanya. Alhamdulillah, di antara jadwal yang cukup padat, masih ada celah sebuah hari libur tanpa tugas dimana kami bisa pergi kesana. Dengan tiket 900 yen perorang, kami bisa naik Rinkai line, Yurikamome line, dan juga naik perahu sesukanya. Kami memilih stasiun Oimachi yang paling dekat dari rumah. Walaupun hujan turun cukup deras, perjalanan masih bisa dinikmati dengan enak.
Puzzle 48 (One Screen) Sering sih kerjasama bareng ustadz kesayangan ini dalam berbagai event. Tapi biasanya saya manggung dan beliau di belakang jadi supporter atau sebaliknya. Misalnya saya ngisi kajian dengan materi yang amat baru buat saya, beliau bantu tentir materi sebelum hari H. Beliau mengisi, saya bantu buat file presentasi. Kadang cukup supporter sederhana aja: mengamankan studio atau ruang kerja/belajar dari iklan pasukan. Hehehe   Sesekali saja kita tampil berdua dan itu terjadi cukup langka. Belum tentu setahun sekali. Baru di AHA nya Aqyla kita betul-betul manggung berdua. Dan itupun kebanyakan online dari tempat yang berbeda. Eh sekalinya barengan dalam satu ruangan moderator menutup acara sambil bilang "Assalamu alaikum wrwb."  Ada suara latar yang bilang Waalaikumussalam wrwb ya habibaty… Dan moderatornya jadi senyum-senyum sambil tersipu-sipu deh (sambil berharap itu suara latar ga kedengaran keluar, apalagi terekam) 🙈😍 MashaAllah Barakallahu fiina wa fii...