Skip to main content

Posts

Promo

Sudah lama ingin mengabarkan tentang ini. Iya, saya ikut berbahagia, atas langkah-langkah yang ditempuh kawan-kawan seperjuangan di FLP-Jepang, sahabat-sahabat tercinta yang juga menjadi guru saya dalam banyak hal. Meraka sudah membuahkan beberapa jejak, berupa buku-buku islam (fiksi dan non fiksi). Mereka adalah: - Abu Aufa (Ferry Hadary) www.abuaufa.net menulis buku keduanya, yang berjudul Sapa Cinta dari Negeri Sakura, berisi kisah-kisah nyata dengan kemasan ala pak Ferry - Ummuthoriq (Tethy Permanasari) http://ezokanzo.rofiq.net menulis buku berupa kumpulan cerpen sendiri (Terbanglah Pinky) dan juga kumpulan cerpen keroyokan. dan sst...ada buku-bukunya yang lain yang sedang dalam proses **duh, asli...iri sekali sama teteh satu nan produktif ini** - Arida Istiarti http://aridaistia.blogdrive.com/ dengan bukunya Keil Duka Itu yang juga berupa kumpulan cerpen mba arida ini sekarang sudah kembali ke Surabaya, jadi sayang sekali tak bisa dapat tanda tangannya, hehe Perkenalan buku, prof...

Untuk seseorang

Untuk seseorang: pada temaran senja, di tepi laut jangan minta maaf, apalagi menyerah kalah aku tak pernah malu rasa pada kesempitan, pada ketakpunyaan, yang kadang mengakrabi hari-hari kita karena sempit dan lapang adalah belang-belang pada jalan tempat kita menyeberangi kehidupan bersyukur, berusaha saja agar jepitan kali ini membuat kedua tangan semakin sering terangkat, menadah berkahNya biarkan tubuhmu lelah, bekerja untukNya smoga sedikit yang ada tak menjadi lampu merah berinfak salam, aku yang selalu mencintaimu ps. sebagian rizkimu dititipkanNya padaku seperti tahun-tahun lalu, kau padaku insya Allah!

Cinta

Seorang adik, dalam hitungan hari akan menggenapkan separuh diennya. Dan ia bertanya pada saya tentang bagaimana menumbuhkan cinta. Ah, mengapa engkau bertanya kepada saya, dik? Padahal kau tahu persis, bahwa saya bukan orang yang pandai mencinta. Buktinya, sebersit rasa di hati ini cuman bergumpal menyesakkan dada, saat kau sendiri pasti tak kan yakin, bila ditanya, apakah engkau merasa saya mencintaimu, dengan cinta yang sesungguhnya? Seperti cinta yang dibawa Abu Bakar ra pada Umar ra. Apalah lagi cinta pada seseorang yang akan menemani kita dalam separuh hidup. Ugh... Sampai hari ini saya masih tertatih-tatih... Mungkin sebaiknya kita berkaca pada junjunan terkasi, Nabi SAW tentang cinta yang ada bersama bunda Khadijah ra. Atau tentang kasih Aisyah ra pada beliau. Atau kepada bunda Hajar, atau kepada... Ya, sepanjang mata ini memandang, menyusuri jejak-jejak yang ada, cinta abadi itu hanya ada pada cinta yang berdasar padaNya, karenaNya, dan untukNya. Karena itu, bila kita ingin c...

Halangan

Lama tak berjumpa, akhirnya aku dan dia memutuskan untuk bertemu. Duduk berdua selama lebih dari satu jam, di tengah-tengah kantin yang tak begitu ramai karena jam makan siang baru saja berlalu. "Aku sedih sekali, aku kembali tak bisa bangun pagi." ujarnya di tengah obrolan, tentang kemajuan riset, asrama, ataupun calon keponakannya. Aku mengerutkan kening. Mengingat masa dimana dialah gadis terajin di asrama kami, dimana kami sering berpapasan saat membuat roti bakar di dapur dulu. Sarapan yang relatif amat pagi bila dibandingkan kawan-kawan yang lain. "Aku bangung, hanya untuk mematikan jam. Aku sering melewatkan kuliah pagi karena terlalu malas untuk bangkit dan pergi." Aku hanya diam mendengar. Masalah ini pernah tercuat beberapa bulan yang lalu dan kami mendiskusikan banyak hal sebagai solusi. Owh, bukan hanya dia, kala itu aku mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Kami lalu janjian untuk saling menelepon, atau mengetuk kamarnya pada saat dimana aku tahu ia ad...

Tok tok [2]

Saya menekuni huruf-huruf di depan komputer, sampai kemudian mendengar ada yang mengetuk-ngetuk jendela kamar. "Ame ga futte kimasu" (hujan turun, loh) Huwaa....astaghfirullah...keasyikan membaca sampai tak sadar di luar hujan rintik-rintik. "Hai, arigatou..." (Ya, makasih...) teriak saya sambil menyambar jilbab. Seorang ibu-jepang berdiri di depan kamar. Saya tersenyum dan segera berusaha mengangkat jemuran. Menyadari tubuh saya yang mini-size, dia segera menawarkan bantuan. Mengambilkan pakaian satu persatu, lalu saya memasukkannya ke dalam rumah. Tempat jemuran itu memang lumayan tinggi. Saya harus memanjangkan tubuh dari ujung lantai rumah-melalui jendela, jika ingin menjemur/mengambil pakaian. Karena itu, biasanya suami yang mendapat tugas jemur-angkat ini. Saya mendapat tugas ringan memasangkan pada gantungan saja setelah dicuci, dan melipat setelah kering/diangkat. Hee... pekerjaan mencuci pun tak bisa dikerjakan mandiri. "Banyak juga jemurannya, ya....

Uhm...

Maaf, ini curhat... Hari ini agak melelahkan. Ada dua orang yang harus ditemui. Pertama kepala departemen dan yang kedua tanto alias penanggung jawab beasiswa di ryugakuseisenta alias international student centre. Masalahnya? Jadwal lahiran si adek, insya Allah tanggal 27 Januari 2006. Dan jadwal presentasi tesis saya sekitar 7-8 Februari 2006. Artinya, bila jadwal ditepati, atau kelahiran mundur, sangat sulit bagi saya untuk presentasi pada waktunya. Sensei sangat khawatir dengan episode kali ini. Ini pengalaman pertama dia menangani mahasiswi yang hamil, ditengah-tengah pengerjaan tesis. Yah, pengalaman pertama saya juga. Mana trimester pertamanya agak heboh pula, dengan ditandai begitu banyak absen dari lab tercinta. Salah satu usulnya adalah postpone kelulusan saya. Setidaknya, bayi ini adalah persoalan utama, penting dan mendesak, sementara saya sekolah bisa kapan saja. Tapi masalahnya beasiswa saya ada batasnya. Belum lagi saya pikir, mendingan sibuk pas hamil dari pada sibuk pas...

Tok tok

Beberapa hari yang lalu, di apato mungil kami... Tok tok tok... Terdengar ketukan di pintu. Seperti biasa, karena kostumku kostum rumah, suami yang membuka pintu. Aku menyimak perlahan, menunggu apakah ia perlu bantuan atau tidak untuk berkomunikasi. Ternyata tak lama, tamu pergi. Dari pintu dapur, suami muncul. Iya, apato kami pintu luarnya dari arah dapur. Kebanyakan apato disini bagian dapur/kamar mandi plus WC selalu di bagian depan, baru masuk ke ruang utama atau kamar tidur. Aku terkejut, melihat sebuah benda hijau muda di tangannya. Benda yang selama hampir dua tahun disini, tak pernah kumakan. Jagung rebus-hangat-berdaun lengkap dari tetangga jepang di sebelah. Subhanallah... Tak berapa lama, jagung itu pun segera dibagi dua, dan dengan cepat tandas. Manis, enak...alhamdulillah...