Skip to main content

Posts

Opat welas sasih

Cinta kecil sudah punya geraham sekarang. Satu buah, tumbuh di sebelah kiri bawah. Jadi total giginya berapa saudara-saudara? Ya, tujuh buah. Tujuh buah cukup untuk mengunyah satu buah strawbery kecil sekali masuk mulut. Ia sudah menolak dipotongkan strawbery. Maunya langsung satu buah, dan langsung masuk mulut. Kalau perlu satu di tangan kanan, satu di tangan kiri. Setiap kali tangan dan mulutnya kosong, ia langsung meminta jatah, terus dan terus sampai merasa cukup, atau kotak strawberynya tinggal daun...hehe... Bubu mengetahui beberapa tempat penggunaan barang. Misalnya ia berusahaha memasang kaus kaki sendiri (tapi belum pernah berhasil sih), memasang sepatu (kalau sepatu sendiri ia menjerit-jerit kala dipakaikan, tapi malah coba pakai sepatu bunda), dll. Bubu juga suka menepuk-nepuk bantal, mengikuti gaya bunda yang senang menepuk bantal sebelum menaruh kepala bubu di sana. *bersambung dulu deh*

Dua lelaki hari ini

Dua lelaki dalam hidup saya hari ini mendapat karunia. Lelaki pertama, suami terkasih, hari ini genap 32 tahun. Barakallahu fiek, cinta. Semoga umur yang berkah, bermanfaat dunia akhirat, beserta akhir yang baik pada usiamu dikaruniakanNya. Dan semoga Ia selalu membimbing dan menjagamu... Terima kasih untuk segala cinta dan kesabaran yang selalu tersedia Lelaki kedua, adik tercinta, hari ini berhak menjadi seorang Bachelor Engineering. Kali in ia menang, IPK dengan o.4 point lebih tinggi dari kakaknya. Tiga tahun di college, dua tahun di universitas, menjadi perjuangan yang lebih panjang. Belum lagi perjuangan di universitas yang sempat tanpa beasiswa, membuatnya banting tulang kerja paruh waktu di sela-sela waktu kuliah. Lelaki ini juga akan menjadi ayah beberapa bulan lagi. Mengambil tanggung jawab disaat yang bukan disebut lapang. Keadaan bukan bertambah sulit, tapi selalu ada jalan keluar yang akan dibukakanNya bagi mereka yang mau berusaha. InsyaAllah. Terus luruskan niat dan beru...

Jilbab mungil Bubu

Mulai kapan bubu akan dipakaikan jilbab? Pertanyaan itu pernah dibahas baba dan bunda di awal-awal kelahiran bubu. Baba berpikir, bubu masih kecil, tak perlu dipakaikan jilbab. Toh kewajiban baru akan datang saat ia baligh nanti. Apalagi bayi...tak ada aturan yang mengharuskannya. Bunda setuju, bubu kecil tak harus pakai jilbab. Tapi, bukan berarti tak dikenalkan. Hehe, ini gaya bunda berdiplomasi. Artinya, tak mengapa bubu dipakaikan jilbab sejak bayi, selama ia nyaman, tak kepanasan, dan tak dipaksa. Biarkan jilbab menjadi bagian dari gaya fashion yang diakrabinya di masa kecil seperti nanti ia akan menyukai pita, jepit, bondu, topi, dll. Bedanya, pelengkap yang satu ini adalah gaya yang amat disukai Robb-nya. Cantik dunia dan akhirat. Pada masa-masa menjelang baligh, akan diperkenalkan bahwa jilbab itu adalah sebuah identitas muslimah sejati, kewajiban menutup aurat, dll. Mudah-mudahan ketika tiba waktu ia harus mengenakannnya, ia telah jatuh cinta pada gaya berbusana yang syar'...

Tiga belas purnama

Melihat gadis mungil itu berjalan seperti robot, dan meski jatuh bangun berusaha menghampiri bunda, membuat bunda hampir lupa bahwa 13 bulan yang lalu, ia begitu mungil dalam gendongan. Terkulai tak berdaya. Gerakan merangkaknya makin gesit. Sekejap, merambah dapur *bunda harus lebih rajin 'melantai' kalau tak ingin celana panjang gadis sholihat itu beralih fungsi menjadi lap pel*, kali lain mengeksplorasi kamar sebelah, atau balapan 'mengurus cucian' dari keranjang. Lomba cepat, dimana bunda menggantungnya di gantungan baju, sementara bubu menjatuhkannya ke atas karpet. Laci-laci sejauh ini masih aman. Mungkin sebentar lagi pintu-pintu rak dan laci-laci harus diberi pengaman. Gigi bubu sudah menjadi 6 sekarang. Penyikat gigi yang awalnya hanya sehelai saputangan, sekali-kali bunda ganti dengan sikat gigi mungil. Sekedar menyenangkan hatinya bahwa ia juga punya sikat gigi seperti baba dan bunda. Kalau dulu dia selalu menolak kala dibersihkan hidung yang basah, kini ia t...

Puzzle 36 [Tradisi]

Perempuan itu belum tahu persis, selain atas karuniaNya, dengan apa sebenarnya cinta akan tumbuh dan berkembang. Yang ia rasakan hanyalah setiap kali ia merasa, melihat, dan mendengar lelaki itu berkorban untuknya, maka hatinya akan menghangat hingga kemudian ia jatuh cinta kembali pada lelaki itu. Lelaki yang (hampir) tidak pernah merasa lelah untuk berkorban bagi keluarganya, dan senantiasa berupaya memberikan yang terbaik untuknya. Hingga kemudian ia berpikir, bahwa semestinya pengorbanan dijadikan sebuah tradisi dalam suatu hubungan untuk memperkuat hubungan itu sendiri. Tradisi pengorbanan... Namun kadang ia sendiri merasa ngeri, di waktu yang lain ia melihat seseorang yang selalu dan selalu dalam posisi berkorban suatu saat merasa lelah. Hingga kemudian orang tersebut merasa tak membutuhkan siapa-siapa untuk hidup, atau justru mempertanyakan kehidupannya sendiri. Mungkin karena orang itu tahu bahwa manusia tak bisa diharapkan terlalu banyak untuk membalas budi, membalas cinta, me...

Satu tahun cinta

Postingan yang telat... Januari berlalu tanpa postingan. Tapi supaya postingan gampang dilacak, setting tanggal tetap di tanggal 26 Januari 2006. Curang yah? Mmm..jazaakumullah khair untuk yang mengingatkan tuk menulis. Mba Lucky di kotak teriak, dan juga yang ngebuzz2 di YM. Mohon maaf lahir batin... salam, -yg punya, 7 Feb 2007- Satu tahun cinta Apakah kita akan merayakannya? Apakah boleh sekedar syukuran mengundang beberapa orang di rumah? Bagaimana kalau di kampung saja kita adakan syukuran? Supaya lebih banyak orang yang menikmati hidangan seperti kala aqikah dulu. Baba menggeleng. Kalau syukuran, tak usah dikhususkan saat ulang tahun. Hem... jadi tidak ada apa-apa...tak ada nasi kuning, tak ada kue tart, tak ada ... Tapi apakah nanti bubu sedih? Kalau sudah besar dia tahu ultahnya biasa-biasa saja? Merasa tidak disayang, misalnya. InsyaAllah dia akan belajar mana yang harus disedihkan dan mana yang tidak. Dan tetap mengerti bahwa kami menyayanginya. Tapi kalau hadiah boleh ya? Bu...

Menjadi sebelas (bulan)

Sebeleas bulan bubu, bersama hujan di daerah Tokyo dan sekitarnya. Sejak bunda keluar rumah di pagi hari, hingga pulang di senja hari, hujan tak henti-hentinya mengguyur bumi. Alhamdullillah... Betapa hujan harus senantiasa disyukuri karena bunda seringkali terkenang saat-saat kemarau di kampung dulu. Mengambil seember dua ember air di mata air yang masih mengalirkan air. Karena sumur di rumah sudah nyaris kering. Hujan ini juga mengingatkan bunda pada sepatu yang hanya satu. Dari kain dan basah kuyup. Sepertinya harus minta restu baba tuk membeli sepasang lagi. Hehe... Tapi sebelum bunda lapor baba sudah tahu dan sepertinya tanpa diminta ijin akan diberikan. *** Bubu sebelas bulan... Mulai kelihatan seperti anak-anak dan bukan bayi. Kadang-kadang bunda dan baba memanggilnya gadis. Hehe... si gadis sudah tidur? lihat si gadis lucu sekali, gadis demam, dsb. Lego-lego yang dirakit bunda sudah bisa dia uraikan satu persatu. Artinya, tangan bubu sudah mulai kuat. Dia juga sudah mulai panda...