Thursday, September 18, 2008

Surga dan kita

Kemarin ada pengajian bersama Ust. Ahmad Satori Ismail bersama gabungan pengajian muslimah di wilayah Kanto. Meski saya harus mengajar dulu dan datang terlambat, sehingga hanya kebagian menyimak ustadz dalam sesi tanya jawab, saya masih beruntung. Karena setelah itu acara masih berlanjut dengan tadarusan, tanya jawab bersama Usth. Yetti Dalimi, dan tentu saja buka puasa bersama.

Hem...kalau sedang dalam suasana begitu rasanya seperti bukan di Jepang lagi. Hangatnya kebersamaan dalam Ramadhan begitu kuat...

Salah satu yang menggelitik adalah saat sesi tanya jawab ketika ditanyakan tentang laki-laki dan perempuan dan juga bersambung ke surga. Surga yang banyak digambarkan dengan bidadari (dengan gambaran yang sangat detil/QS 55), yang menarik buat laki-laki namun tidak terlalu buat perempuan.

Saya jadi teringat dengan bahasan ini yang sempat bergejolak di kepala saya beberapa waktu yang lalu.

Terkait surga. Kalau tidak tertarik nanti jadi tidak semangat dong ya? Engga juga sih. Mentok-mentoknya, gambaran dahsyat neraka sudah cukup membuat kita ketakutan. Hiks. Tapi idealnya semangat dan takut itu sebaiknya ada bersamaan untuk memompa semangat yang lebih tinggi. Membuat kita semangat beribadah dan menahan diri dari maksiat.

Saya jadi berpikir-pikir, apa sih iming-iming surga yang cocok dengan kondisi kita?

*bersambung*

1 Comments:

At October 28, 2008 5:11 AM, Anonymous Anya (masih inget ngga teh...?) said...

Teh Ries, dulu juga Anya selalu bete kalau guru agama udah ngabahas tentang surga yang sangat male oriented itu.. Tapi sekarang Anya sih cuma mikir, untuk manusia, makhluk tanpa rasa cukup, ga akan pernah pernah ada iming-iming yang pas, kan? Jadi daripada pusing, gimana kalau kita jalanin hidup seperti nungguin door prize? Yang penting ngambil nomer dulu, nanti dapet hadiahnya apa, itu urusan belakangan..

 

Post a Comment

<< Home